Anak-anak Nerelang Butuh Kehadiran Guru

Dibaca: 1273 kali  Rabu,07 Mei 2014 | 12:05:00 WIB

Anak-anak Nerelang Butuh Kehadiran Guru
Ket Foto : Ilustrasi

SELATPANJANG - Nerelang sebuah dusun terpencil di Desa Sungai Tohor Barat, Kecamatan Tebingtinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Dihuni oleh kurang lebih 40 KK Komunitas Adat Terpencil (KAT) dengan anak usia sekolah sebanyak 50 anak. Sayangnya anak-anak di Nerelang belum mendapatkan pendidikan yang layak.
 
"Meskipun ada guru secara sukarela datang dari Sungaitohor, tapi guru tersebut hanya bisa mengajar seminggu sekali, inilah yang membuat masyarakat disana merindukan kehadiran guru," ungkap Mahmud, Ketua RT di Nerelang, menyambut kunjungan relawan Gerakan Meranti Berkibar (GMB) di sekolah tersebut, baru-baru ini.
 
Diungkapkannya, sudah 4 minggu terakhir guru tersebut tidak datang. dirinya juga tidak tau sebab pastinya. "Mungkin dia ada kesibukan lain, mungkin juga karena biaya transportasi yang cukup tinggi. Sebab itu anak-anak disini merindukan hadirnya guru," jelas Mahmud.
 
Hal senada juga diungkapkan oleh masyarakat Nerelang lainnya, Eno. Menurutnya, untuk mengobati kerinduan anak-anak untuk bisa belajar,
secara swadaya warga membangun 2 ruang belajar yang sederhana.
 
"Kami sangat mendukung sekali jika ada program pendidikan masuk kesini, kalau dapat setiap hari ada yang mau mengajar disini. Guru dari
Sungai Tohor sudah 4 minggu tak datang, anak-anak mengharapkan adanya guru yang memberikan pendidikan kepada mereka. Kami sebagai masyarakat juga siap membantu, ini kami buktikan dengan scara swadaya kami membangun ruang belajar sekolah," ucapnya.
 
Sementara itu, masyarakat menyambut baik kehadiran relawan GMB yang menyalurkan bantuan berupa papan tulis putih (white board), alat-alat tulis dan buku bacaan untuk anak-anak di Nerelang, belum lama ini. Relawan GMB juga turut mengajar disana untuk beberapa saat.
 
"Hanya ini yang dapat kami berikan untuk adik-adik di Nerelang. Ada sebagian relawan berniat untuk bisa mengajar disini. Tapi kendala
utama adalah transportasi untuk ke Nerelang, karena tidak ada transportasi umum untuk kesana, kalaupun harus menyewa kapal, biayanya cukup mahal. Kita berharap, akan ada guru-guru honor daerah terpencil yang dipekerjakan di sini, entah itu dianggarakan dari Kabupaten maupun dari Provinsi Riau," harap salah satu relawan GMB. (rep01)
Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com