Boko Haram Kembali Tewaskan 35 Warga Sipil

Dibaca: 649 kali  Jumat,30 Mei 2014 | 04:12:00 WIB

Boko Haram Kembali Tewaskan 35 Warga Sipil
Ket Foto :

Kano - Pria-pria bersenjata Boko Haram menewaskan 35 orang dalam serangan ke tiga desa di negara bagian Borno di dekat perbatasan dengan Kamerun, kata sumber militer dan warga-warga setempat, Kamis.
       
Puluhan pria bersenjata Boko Haram yang mengenakan seragam militer menyerbu Desa Gumushi, Amuda dan Arbokko dengan berkendaraan truk dan sepeda motor, menembaki para warga serta melempari rumah-rumah dengan bom bensin, katanya.
       
"Boko Haram menyerang ketiga desa itu pada Rabu pagi hingga menewaskan 35 orang, termasuk 26 warga Gumushi," kata seorang pejabat militer di ibukota Maiduguri kepada AFP.
       
"Para pemberontak melemparkan bom-bom bensin ke rumah-rumah hingga menyebabkan kebakaran serta menembaki para warga ketika mereka berusaha mengamankan diri," katanya.
       
Ia mengatakan pria-pria bersenjata tersebut menyerbu Gumushi sekira pukul 06.00 waktu setempat dan menewaskan 26 orang.
       
Para saksi mata mengatakan kelompok bersenjata itu juga melancarkan serangan secara terkoordinasi terhadap desa-desa di sebelahnya, yaitu Amuda dan Arbokko, yang berada 125 kilometer dari Maiduguri.
       
Di dua desa itu, mereka membunub sembilan orang dan menghancurkan sejumlah rumah.
       
"Para penyerang datang sekira pukul 02.00 pagi ketika orang-orang sedang tidur dan mulai melemparkan bom-bom Molotov ke rumah-rumah yang kemudian mengalami ledakan dan terbakar," kata warga bernama Pirda Takweshe kepada AFP.
       
"Mereka kemudian melancarkan tembakan ke arah orang-orang yang berlarian dari rumah mereka hingga menewaskan sembilan orang dan melukai 13 lainnya".
       
Boko Haram yang memiliki arti "pendidikan Barat dilarang", telah meningkatkan serangan-serangan mereka yang mematikan di Nigeria timur laut dalam beberapa bulan terakhir ini.
       
Mereka menjarah dan membakar desa-desa serta membunuhi para warga sebagai bagian dari kampanye yang telah mereka lancarkan selama lima tahun untuk membentuk sebuah negara Islamis di wilayah utara.
       
Kekerasan yang dianggap dilakukan oleh kelompok Islamis tersebut telah menewaskan ribuan orang sejak 2009.
       
Kabar tentang penyerbuan terakhir yang mematikan itu terjadi pada hari yang sama ketika Presiden Nigeria Goodluck Jonathan menyatakan tekad akan melakukan "perang total terhadap terorisme". (cr01/ant)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com