Diskes Meranti Tetapkan KLB Demam Berdarah

Dibaca: 1049 kali  Sabtu,18 Mei 2013 | 08:26:00 WIB

Diskes Meranti Tetapkan KLB Demam Berdarah
Ket Foto :

SELATPANJANG - Setelah menderita demam berdarah dengue (DBD) seorang Balita lebih kurang berumur 1,3 tahun atas nama Mariam Saqiyyah Haniya tinggal di Jalan Handayani Selatpanjang akhirnya meninggal dunia beberapa waktu lalu.

Atas kejadian itu, pihak Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti menetapkan status Kepulauan Meranti kejadian luar biasa (KLB).

Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, dr Irwan melalui Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Lingkungan (PMKL) dr Ria dikonfirmasi mengatakan, hasil diagnoasa tim medis sudah tingkat tinggi sehingga tidak dapat diselamatkan.

‘’Karena ada yang meninggal kita langsung menetapkan KLB buat Meranti,’’ ujarnya dilansir riaupos.com.

Dr Ria menegaskan atas kejadian itu pihaknya langsung turun dan melakukan survei ke lokasi yang membuat Mariam meninggal dunia. Dari hasil penyelidikan yang dilakukan tim Diskes Kepulauan Meranti di rumah korban tidak ada penutup di beberapa tempat penampungan airnya. Sehingga membuat jentik nyamuk mudah saja bersarang.

Lebih lanjut Kabid PMKL itu menegaskan pihaknya sudah melakukan upaya fogging dan pemberian bubuk abate kepada keluarga korban. Agar tidak terjadi lagi hal serupa yang sampai merenggut nyawa masyarakat lainnya.

‘’Kita sudah melakukan pemantauan jentik berkala, pemberian abate dan fogging,’’ katanya.

Meski begitu dia juga mengakui melalui seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) akan terus dilakukan penyuluhan di seluruh wilayah Kepulauan Meranti nantinya.

Dengan begitu nantinya seluruh masyarakat dapat memahami bagaimana mencegah bersarangnya nyamuk yang membuat rentan terjadinya DBD kepada masyarakat.

‘’Kita juga mengimbau kepada masyarakat bisa mengambil bubuk endemis ke Puskesmas secara gratis. Selain itu melalui Puskesmas juga secara berkelanjutan empat bulan sekali akan diberikan bubuk abate kepada sejumlah masyarakat khususnya di daerah endemis atau rawan,’’ terangnya.

Diminta Pro Aktif

Secara terpisah, Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan Nasir MSi mengucapkan turut berbela sungkawa atas meninggalnya Mariam Saqiyyah Haniya, anak perempuan yang menjadi korban DBD. Orang nomor satu di Kepulauan Meranti itu menuturkan keprihatinannya atas kejadian itu.

‘’Cukup sudah. Saya tidak mau dengar lagi adanya jatuh korban kepada masyarakat akibat DBD. Makanya saya minta Diskes lebih pro aktif lagi,’’ tegasnya.

Dikatakan Irwan cuaca yang tidak menentu seperti saat ini pihak Diskes seharusnya bisa memprediksi akan rawannya terjadi kasus DBD. Maka dari itu upaya antisipasi sudah harus dilakukan jauh hari sebelumnya.

‘’Jangan malah setelah ada korban baru sibuk melakukan upaya penanggulangan. Seharusnya bisa mengatasinya jauh hari sebelumnya,’’ ujarnya.

Dari data Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti selama tahun 2013 hingga Mei tercatat kasus DBD di Kepulauan Meranti menurut wilayah Puskesmas di antaranya untuk Selatpanjang sebanyak 5 kasus dengan satu kematian, Puskesmas Teluk Belitung sebanyak 1 kasus, Anak Setatah 2 kasus, Tanjung Samak 1 kasus dan Pulau Merbau 4 kasus.(rep2)
 

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com