Meranti Berperan Tingkatkan Perdagangan Regional dan Nasional

Dibaca: 1193 kali  Senin,25 Agustus 2014 | 03:14:00 WIB

Meranti Berperan Tingkatkan Perdagangan Regional dan Nasional
Ket Foto :

SEJAK dimekarkan Dari Kabupaten Bengkalis lima tahun silam, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, terus tumbuh mengejar ketertinggalannya. Geliat pembangunan mulai tampak pada segala sektor dan terlihat dalam catatan pertumbuhan nilai investasi di Kabupaten Kepulauan Meranti dari tahun ke tahun yang terus mengalami peningkatan.
 
Begitu pula dengan neraca perdagangan, pada tahun 2012, neraca perdagangan Kabupaten Kepulauan Meranti mengalami surplus 3,42 juta USD yang merupakan selisih dari nilai ekspor sebesar 5,66 juta USD dan nilai impor sebesar 2,24 juta USD. Dengan surplus tersebut dapat dikatakan Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan salah satu daerah di Provinsi Riau yang berpotensi meningkatkan perdagangan regional maupun nasional.
 
Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi
 
Pertumbuhan nilai investasi di Kabupaten Kepulauan Meranti dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Saat ini jumlah investasi modal asing mencapai 320,411 juta US Dollar, sedangkan investasi modal pengusaha dalam negeri berjumlah sekitar Rp 700 miliar lebih.
 
Pertumbuhan investasi ini menjadi penopang angka pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kepulauan Meranti yang terus mengalami peningkatan secara signifikan. Bahkan Bupati Kepulauan Meranti Drs Irwan MSi menggencarkan slogan 'Anda Pasti Untung' bagi calon investor yang ingin menanamkan modalnya di daerah ini. Langkah ini sebagai upaya untuk terus mendorong pertumbuhan investasi terutama dari sektor swasta di Kabupaten Kepulauan Meranti.
 
Selain memberikan kemudahan dalam perizinan, Pemerintah daerah juga memberikan proteksi terhadap investasi tersebut dengan cara selektif atas investasi sejenis yang masuk.
 
Laju pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kepulauan Meranti pada periode 2009 – 2012 rata-rata sebesar 7,46 persen dengan rincian tahun 2009 sebesar 6,59 persen menjadi 7,45 persen pada tahun 2010. Sedangkan pada tahun 2011, pertumbuhan melonjak tinggi hingga ke level 8,45 persen. Lalu pada tahun 2012 sedikit terkoreksi pada angka 8.19 persen. Namun demikian pertumbuhan ini masih jauh di atas angka pertumbuhan ekonomi nasional.
 
Secara makro, kondisi fiscal dan capaian pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan implementasi dari kebijakan empat pilar arah pembangunan nasional, selama kurun waktu empat tahun terakhir.
 
Ekspor
 
Perkembangan ekspor Kabupaten Kepulauan Meranti sangat menggembirakan. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan nilai ekspor yang selalu di atas nilai impor. Selama tahun 2008-2012 tecatat belum pernah terjadi defisit neraca perdagangan atau nilai ekspor selalu di atas nilai impor.
 
Dari pengolahan dokumen PEB tercatat bahwa volume ekspor Kabupaten Kepulauan Meranti pada tahun 2012 adalah sebanyak 41.774,13 ton dengan nilai 5,66 juta USD, yang seluruhnya melalui pelabuhan Selatpanjang.
 
Terjadi tren naik turun nilai ekspor di Kabupaten Kepulauan Meranti dari tahun ke tahun. Selama tahun 2007-2012, nilai ekspor tertinggi terjadi pada tahun 2008, yang kemudian turun sebesar 42,62 persen pada tahun 2009, turun lagi sebesar 43,54 persen pada tahun 2010, namun kemudian naik 20,04 persen di tahun 2011. Dan kembali turun sebesar 22,40 persen di tahun 2012.
 
Jika dilihat dari Negara tujuan ekspor, pada umumnya ekspor Kabupaten Kepulauan Meranti ditujukan ke negara-negara di Asia. Pada tahun 2012 negara tujuan ekspor Kabupaten Kepulauan Meranti adalah negara Malaysia dan Singapura. Nilai ekspor tertinggi adalah ekspor ke Malaysia yang mencapai 4,77 juta USD dan mencapai 84,32 persen dari nilai ekspor Kepulauan Meranti keseluruhan.
 
Berdasarkan data BPS Propinsi Riau, ekspor melalui Kabupaten Kepuauan Meranti menurut komuditas tahun 2012 yaitu komuditas pertanian dengan berat 514.848 kg dengan nilai 244.697 dolar US. Sedangkan komuditas industri dengan berat 41.774.131 kg dengan nilai 5.413.343 dolar US.
 
Impor
 
Dari pengolahan dokumen PIB tercatat bahwa volume impor Kabupaten Kepulauan Meranti pada tahun 2012 adalah sebanyak 675,52 ton dengan nilai 2,24 juta USD, yang melalui pelabuhan muat Selatpanjang.
 
Berbeda dengan ekspor yang turun pada tahun 2012, impor Kabupaten Kepulauan Meranti mengalami peningkatan pada tahun 2012 dibanding 2011. Nilai impor 2012 mengalami peningkatan sebesar 1.405,86 persen yaitu dari 0,15 juta USD menjadi 2,24 juta USD.
 
Negara asal impor Kabupaten Kepulauan Meranti pada tahun 2012 didominasi oleh Malaysia yaitu sebesar 2,22 juta USD.
 
Genjot SKPD Tingkatkan Perdagangan
 
Pencapain nilai ekspor hingga kini dinilai oleh Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi masih rendah, hal ini disebabkan tidak terdatanya secara keseluruhan perdagangan ekspor secara baik. Oleh karena itu, Bupati akan menggenjot SKPD untuk melakukan pengawasan dan pendataan secara baik dan riil.
 
"Masih banyak ekspor yang dilakukan dari wilayah Kepulauan Meranti, namun disinyalir belum terdata dengan baik. Makanya data ekspor yang ada saat ini saya fikir bukanlah data sebenarnya. Saya yakin jumlahnya lebih dari data yang ada. Maka dari itu pengawasan dan pendataan harus segera dilakukan," katanya.
 
Masih banyak pelabuhan tikus yang dijadikan oleh sebagian pengusaha untuk dijadikan bongkar muat barang ekspor di wilayah ini, menjadi salah satu penyebab belum terdatanya nilai ekspor riil di Kabupaten ini. Irwan menilai hal itu disebabkan ekspor yang dilakukan oleh sejumlah pengusaha tidak dilakukan melalui satu pintu. Karena di wilayah Kepulauan Meranti sangat banyak pelabuhan tikus yang dijadikan tempat berangkat barang-barang ekspor dari wilayah Kepulauan Meranti, sehingga banyak kebocoran.
 
Disamping itu, Bupati meminta kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait agar dapat meningkatkan ekspor dari wilayah Kepulauan Meranti. Tentunya peningkatan ekspor harus diiringi dengan peningkatan produk ekspor tersebut.
 
"Hingga kini tidak ada data tentang ekspor ikan, udang dan lainnya dari wilayah Kepulauan Meranti. Belum lagi hasil dari Meranti lainnya. Tentunya ini menjadi pekerjaan rumah kita. Dengan demikian kita bisa mengukur berapa ekspor yang dilakukan dari Meranti sesuai kondisi riil dilapangan," sebutnya.
 
Dia juga meminta agar SKPD dapat melakukan koordinasi dengan baik dengan sejumlah instansi vertikal. Sebab banyak instansi vertikal yang juga berkaitan erat dengan data dan proses ekspor yang dilakukan dari wilayah Kepulauan Meranti, seperti Pelindo, Syahbandar, Bea dan cukai, dan sejumlah instansi vertikal lainnya.
 
"Ini penting dilakukan selain melakukan pendataan dan pengawasan sendiri. Karena daerah kita sejak lama sudah dikenal sebagai salah satu daerah yang menyuplai sejumlah produk ke luar negeri. Selain untuk pendataan juga untuk mengukur dari perekonomian kita," terangnya. (adv/sas)
Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com