Geliat Lima Tahun Pembangunan di Meranti

Dibaca: 1934 kali  Senin,25 Agustus 2014 | 03:44:00 WIB

Geliat Lima Tahun Pembangunan di Meranti
Ket Foto :

Lima tahun usia Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan usia yang terlalu muda bagi sebuah daerah. Dalam rentang waktu 5 tahun sejak berdirinya Kabupaten Kepulauan Meranti, penuh dengan romantika dan dinamika sejarah. Sebagai Kabupaten termuda di Provinsi Riau, Kepulauan Meranti merupakan kabupaten yang masih dalam tahap pencarian jati dirinya. Dalam konteks pencarian identitas ini, Kepulauan Meranti terus berbenah dan bersolek untuk menatap masa depan yang jauh lebih baik.
 
Bupati Kepulauan Meranti definitif pertama, Drs Irwan MSi, yang juga merupakan salah satu tokoh perjuangan pemekaran kabupaten ini mengakui menemukan kesulitan dan hambatan, namun baginya itulah tantangan bagi seorang pemimpin.
 
"Merangkai gagasan, menterjemahkannya menjadi kinerja, membangun kemitraan dan irama kebersamaan, melakukan adaptasi dan revitalisasi birokrasi serta meramu strategi dalam mengatasi kebijakan fiscal adalah sekelumit tantangan pada saat awal kami memulai pemerintahan pada akhir tahun 2010 yang lalu," sebutnya.
 
Sadar dengan kondisi serba kekurangan, sebagai Bupati defenitif sejak empat tahun lalu, ia bersama jajarannya melakukan kajian yang mendalam dengan analisis yang rasional, sampai pada kesimpulan bahwa Kepulauan Meranti harus bangkit dan segera melakukan akselerasi dengan memaksimalkan potensi dan keunggulan yang dimilik lalu meredesain konsep, paradigma strategi dan pendekatan pembangunan agar dapat melakukan akselerasi dan terobosan demi mengejar ketertinggalan dari daerah lain.
 
Pertumbuhan Ekonomi
 
Pertumbuhan ekonomi tanpa Migas di Kabupaten Kepulauan Meranti tahun 2011 menunjukkan peningkatan yang sangat tajam yaitu sebesar 8,45 persen. Angka tersebut mengalami pertumbuhan yang positif dibanding tahun sebelumnya, dimana tahun 2010 pertumbuhan ekonominya sebesar 7,45 persen. Sedangkan pertumbuhan ekonomi (termasuk migas) Kabupaten Kepulauan Meranti mencatat pertumbuhan sebesar 5,93 persen pada tahun 2011.
 
Pertumbuhan ekonomi inilah yang dapat menunjukkan perkembangan agregat Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) dari satu waktu tertentu terhadap waktu sebelumnya. Dimana pertumbuhan ekonomi yang tinggi merupakan salah satu sasaran utama yang perlu dicapai dalam pelaksanaan pembangunan.
 
Secara umum jika dilihat per sektornya, keseluruhan sektor ekonomi mencatat pertumbuhan yang positif di atas 2,5 persen. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, hampir semua sektor mengalami peningkatan pertumbuhan ekonomi.
Terlihat bahwa sektor bangunan mengalami pertumbuhan tercepat, yaitu tumbuh sebesar 16,41 persen. Sektor berikutnya yang mengalami pertumbuhan terbesar kedua adalah sektor keuangan, sewa dan jasa perusahaan, disusul kemudian oleh sektor pengangkutan dan komunikasi.
 
Demikian pula dengan neraca perdagangan tahun 2011 mengalami surplus 7,14 juta USD yang merupakan selisih dari nilai ekspor sebesar 7,29 juta USD dan nilai impor sebesar 0,15 juta USD. Dengan surplus tersebut dapat dikatakan Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan salah satu daerah di Provinsi Riau yang berpotensi meningkatkan perdagangan regional maupun nasional.
 
Angka Kemiskinan Menurun
 
Dari gambaran makro arah kebijakan pembangunan Kabupaten Kepulauan Meranti itu telah  menunjukkan trend positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Kepulauan Meranti.
 
"Peningkatan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kepulauan Meranti itu berbanding lurus dengan penurunan angka kemiskinan. Intervensi melalui peningkatan belanja modal sehingga dapat menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan yang bermuara para penyerapan tenaga kerja, meningkatkan intensitas sektor jasa dalam rangka peningkatan pendapatan masyarakat, Sehingga dari beberapa upaya angka kemiskinan berhasil ditekan secara perlahan namun pasti." sebut Bupati.
 
Pada tahun 2010 angka kemiskinan cukup tinggi. Persentase penurunan jumlah masyarakat miskin di Kabupaten Kepulauan Meranti pada tahun 2011 sebesar 34,53 persen. Terjadi penurunan sebesar 8,03 persen dari tahun sebelumnya yaitu 42, 56 persen dari 176.290 jiwa penduduk Kepulauan Meranti. Penurunan angka kemiskinan tersebut menunjukkan angka di atas rata-rata penurunan kemiskinan secara nasional dan provinsi Riau.
 
Perhatian serius juga dilakukan pada pengendalian inflasi untuk menciptakan iklim usaha yang kompetitif. Meski Kepulauan Meranti merupakan daerah baru berkembang namun pergerakan inflasi masih rasional. Pada tahun 2010 angka inflasi 0,17 persen dan hanya naik menjadi 1,21 persen di tahun 2011.
 
Dengan gambaran pertumbuhan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Kepulauan Meranti tersebut menjadi bukti bahwa Kabupaten termuda di Provinsi Riau ini tengah giat membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta dapat mewujudkan cita-cita visi : "Kabupaten Kepulauan Meranti Sebagai Kawasan Niaga yang Maju dan Unggul Dalam Tatanan Masyarakat Madani"
 
Pembangunan Infrastruktur
 
Sejak tahun 2010, Kabupaten Kepulauan Meranti dibawah kepemimpinan Irwan, melaksanakan government expenditure multiflier atau penggandaan pengeluaran pemerintah pada komponen belanja modal yang diarahkan untuk pembangunan infrastruktur, pelabuhan elektrifikasi, Air Bersih, pendidikan dan kesehatan.
 
Pembangunan Jalan dan Jembatan dengan konsep merangkai Pulau. Saat ini telah dan sedang dilaksanakan pembangunan 4 koridor utama jalan yang menghubungkan antar kecamatan dalam kabupaten, dan antar kecamatan antar kabupaten dan antara provinsi.
 
Empat koridor pembangunan itu diantarannya, koridor I pembangunan Jalan Alai–Mengkikip yang membuka akses utama Kota Selatpanjang sebagai ibukota Kabupaten kepulauan Meranti menuju  Pelabuhan Buton di Siak. Koridor II Ruas jalan Lukun-Sungai Tohor-Tanjung Sari yang nantinya akan membuka akses Pelabuhan Tanjung Sari menuju Tanjung Balai Karimun dan akses ke Selat Malaka. Koridor III Ruas jalan Lukit - Tanjung Padang membuka akses antar kecamatan dan antar desa di Pulau Padang. Dan Koridor IV ruas jalan Bantar – Tanjung Samak yang membuka akses antar desa dan kecamatan di Pulau Rangsang.
 
Pembangunan Jembatan Selat Rengit (JSR) telah dimulai pada tahun 2012, menghubungkan Pulau Tebingtinggi dengan Pulau Merbau, yang direncanakan akan selesai pada tahun 2015 mendatang. Begitu pula pembangunan bidang perhubungan telah dilaksanakan roro Kampung Balak.
 
Arah Kebijakan Pembangunan 2014
 
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti telah menetapkan secara makro arah kebijakan pembangunan pada tahun 2014 yang dikelompokkan dalam 3 bidang, yakni :
I. Pembangunan dan pengembangan Infrastruktur, Program/Kegiatan prioritas
antara lain:
a. Program Pembangunan Jalan dan jembatan dengan Program/Kegiatan Prioritas antara lain: Penyebaran serta keseimbangan penyediaan sarana dan prasarana infrastruktur, terutama infrastruktur jalan dan jembatan dalam rangka untuk mewujudkan program merangkai pulau. Dengan memprioritaskan pembangunan jalan dan jembatan yang menghubungkan antar desa dalam kecamatan, antar Desa antar Kecamatan dan antar Pulau.
b. Pembangunan sarana dan prasarana perhubungan yang menitikberatkan kepada pengembangan pelabuhan-pelabuhan rakyat/lokal dan Regional
c. Pembangunan di bidang kelistrikan, yang memprioritaskan pembangunan listrik perdesaan bagi desa-desa yang selama ini belum dialiri listrik.
d. Pembangunan di bidang air bersih, pembangunan sarana dan prasarana air bersih.
e. Perumahan dan pemukiman, pembangun rumah layak huni bagi masyarakat miskin.
f. Pembangunan dibidang telekominikasi terutama bagi desa yang mempunyai akses telekomunikasi yang sulit.
 
II. Percepatan Penanggulangan Kemiskinan dengan Program/Kegiatan prioritas
antara lain:
a. Pemberdayaan ekonomi dan penguatan perekonomian masyarakat miskin.
b. Peningkatan produksi pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan dan perikanan.
c. Pemberdayaan koperasi, usaha kecil dan menegah .
d. Meningkatkan peran Pemerintah Kecamatan dan Desa dalam pengawasan dan pemantauan kelancaran program pemberdayaan ekonomi desa.
e. Peningkatan peran partisipatif masyarakat desa dalam program nasional pemberdayaan masyarakat perdesaan.
f. Peningkatan akses permodalan masyarakat miskin dengan Kredit Usaha Rakyat dan Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP).
 
III. Peningkatan Sumber Daya Manusia, dengan Program/Kegiatan Prioritas
antara lain:
a. Penuntasan wajib Belajar 9 (Sembilan) tahun.
b. Perbaikan fasilitas/sarana dan prasarana  pendidikan terutama di daerah perdesaan dan terpencil.
c. Peningkatan kualitas dan mutu tenaga pendidik.
d. Peningkatan mutu dan jangkauan pelayanan pendidikan.
e. Peningkatan pelayanan kehidupan beragama.
f. Meningkatkan kualitas dan produktifitas tenaga kerja dengan pengembangan Balai Latihan Kerja.
g. Pengendalian kependudukan termasuk pertumbuhan, penyebaran dan ketenagakerjaan melalui perangkat hukum (Perda).
h. Perbaikan fasilitas sarana dan prasarana kesehatan terutama di daerah perdesaan dengan meningkatkan fungsi Puskesmas/Pustu/Polindes
i. Meningkatkan mutu dan pelayanan kesehatan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
j. Penanggulangan dan pemberantasan penyakit menular pada kawasan yang rentan terjadinya wabah.
k. Peningkatan kompetensi Aparatur  khususnya mutu dan kualitas PNS dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
 
Pendekatan pembangunan yang dilaksanakan lebih difokuskan pada Pendekatan Pemberdayaan dan partisipatif Masyarakat. Pendekatan pembangunan yang mengedepankan pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui pembangunan sumberdaya manusia, penanggulangan kemiskinan dan pembangunan infrastruktur.
 
"Dalam rangka Pemberdayaan Masyarakat, dilakukan antara lain melalui Pelayanan hak dasar seperti Sandang, Pangan, Pendidikan, Kesehatan, dan membuka seluas-luasnya kesempatan kerja yang diimplementasikan melalui penguatan Program/Kegiatan yang sinergis antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti," sebut Bupati. (adv/sas)
Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com