First Flower Mulai Latih Masyarakat Meranti Olah Nipah

Dibaca: 548 kali  Kamis,28 Agustus 2014 | 01:35:00 WIB

 First Flower Mulai Latih Masyarakat Meranti Olah Nipah
Ket Foto :

SELATPANJANG – Bupati Kepulauan Meranti Drs Irwan MSi meminta masyarakat memanfaatkan sebaik-baiknya peluang yang ditawarkan PT. First Flower. Perusahaan ini akan melatih masyarakat mengembangkan tanaman nipah untuk kemudian diolah menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti nira, gula serbuk, sirup, alkohol hingga bio etanol.
 
Harapan itu disampaikan Bupati saat membuka Pelatihan Pengolahan Nipah Terpadu yang digelar PT. First Flower dan Dinas Kehutanan Perkebunan Kabupaten Kepulauan Meranti di Grand Meranti Hotel, Rabu (27/8). Sekitar 66 warga yang sebagian besar dari Desa Mekong Kecamatan Tebing Tinggi Barat diikutkan dalam pelatihan tersebut.
 
“Selama ini masyarakat kita hanya memanfaatkan nipah menjadi atap dan rokok. Sekarang ternyata nipah bisa diolah menjadi komoditi bernilai ekonomi tinggi. Nipah bisa menjadi penggerak ekonomi rakyat, nipah sudah membuka lapangan kerja,” tegas Bupati.
 
Untuk itulah Bupati mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada manajemen First Flower yang berani mengembangkan tanaman nipah di Kepulauan Meranti. Menurutnya, di tengah tingkat kemiskinan yang masih tinggi, maka pemanfaatan nipah menjadi komoditi bernilai ekonomi ini merupakan terobosan mengurangi angka kemiskinan tersebut.
 
Sementara itu Pimpinan First Flower Prof Dr Ir Hengky Luntungan MSc menjelaskan pemanfaatan nipah menjadi produk bernilai ekonomi merupakan hasil penelitian panjang. Diperkirakan 100 liter nira dari nipah bisa menghasilkan 5-6 liter bioetanol.
 
“Kita sudah tiga tahun meneliti dan ujicoba proyek ini di Kalsel dan Kepulauan Meranti. Seluruh Indonesia ada sekitar 1,3 juta hektare tanaman nipah yang terbiar dan tidak diolah. Padalah dengan teknologi sederhana bisa diolah jadi nira, gula serbuk, sirup, alkohol dan bioetanol. Jika partisipasi masyarakat di Meranti dalam mengembangkan nipah sudah mencapai 10 ribu hektare, maka disini sudah bisa dibangun pabrik bioetanol,” tegas Prof Hengky.(rep01/rls hms)
Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com