*Lestarikan Hutan Lindung

Dishutbun Meranti Semai Tanaman Kehidupan

Dibaca: 942 kali  Rabu,29 Oktober 2014 | 06:32:00 WIB

Dishutbun Meranti Semai Tanaman Kehidupan
Ket Foto : Ir Mamun Murod MM MH

SELATPANJANG - Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, sedang menggalakkan pola pelestarian serta pemanfaatan kawasan hutan lindung tanpa harus menebang kayu di dalamnya. Caranya, di kawasan hutan itu ditanami pohon berbuah produktif untuk bisa dimanfaatkan masyarakat.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Kepulauan Meranti, Ir Mamun Murod MM MH, kepada wartawan diruang kerjanya, Rabu (29/10/2014). Menurutnya, sudah saatnya masyarakat ikut andil membangun dan menjaga hutan sambil tetap bisa menikmati hasil dari kawasan hutan tersebut.

"Selama ini kita melarang masyarakat masuk hutan dan menebang kayu di dalamnya, tapi masyarakat tidak memperoleh manfaat langsung dari kawasan hutan itu. Jadi perlu kita fikirkan bagaimana masyarakat bisa memanfaatkan hutan tanpa harus menebang kayu, dengan cara menyemai tanaman kehidupan," kata Mamun Murod.

Dijelaskannya, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti saat ini sedang melakukan rehabilitasi kawasan hutan lindung di sekitar Tasik Nambus, Kecamatan Tebingtinggi Barat. Kegiatan itu melibatkan kelompok masyarakat setempat dengan menanam pohon durian kampung dan sejumlah jenis pohon hutan lainnya.

"Fungsi pohon durian juga sama dengan pohon hutan lainnya, karena pohon durian mampu menyimpan kandungan air yang banyak. Pohon durian ini nantinya bila sudah berbuah bisa dimanfaatkan masyarakat, sambil tetap melestariakan kawasan hutan dan tidak lagi menebang kayu di dalamnya," jelas Kadis.

Melalui sharing dana APBN dan APBD Tahun 2014, ungkapnya, sudah direalisasikan penanaman 40.000 batang pohon durian kampung dan sejumlah jenis pohon hutan lainnya di kawasan hutan lindung Tasik Nambus. Ada sekitar 76 Kepala Keluarga (KK) yang diberdayakan untuk melestarikan kawasan hutan lindung seluas 500 hektar itu.

"Untuk melestarikan kawasan hutan, kita menargetkan terus mendapat dukungan dana program dari APBN Pusat. Kita memulainya di kawasan hutan lindung Tasik Nambus, karena kawasan hutan itu sangat penting melindungi air Tasik Nambus, yang nantinya akan menjadi sumber air baku untuk konsumsi masyarakat," terangnya. (rep01/sus)
 

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com