Cuaca Buruk, Nelayan Rangsang Pilih Gantung Jaring

Dibaca: 1022 kali  Rabu,14 Januari 2015 | 05:25:00 WIB

Cuaca Buruk, Nelayan Rangsang Pilih Gantung Jaring
Ket Foto : ilustrasi

RANGSANG - Cuaca buruk yang juga melanda perairan Selat Malaka disekitar Pulau Rangsang Kabupaten Kepulauan Meranti menyulitkan nelayan setempat untuk mencari nafkah tangkapan ikan di laut, sehingga umumnya nelayan memilih menggantung jaring milik mereka di rumah.

Gelombang tinggi dan angin kencang terus mengamuk dan mengancam keselamatan para nelayan, oleh karenanya masyarakat nelayan di Kecamatan Rangsang takut untuk melaut.

"Kami takut melaut, gelombang tinggi dan angin bulan bulan ini paling kencang, lebih baik di rumah dulu untuk istirahat," kata Kadirman, nelayan asal Pulau Rangsang, Rabu (14/1).

Dikatakannya, peristiwa cuaca buruk tersebut sudah lazim terjadi di perairan Selat Malaka, hal ini disebabkan oleh pergantian arah angin dan musim sehingga berpengaruh kepada cuaca di sekitar perairan Kabupaten Kepulauan Meranti.

"Menurut pengalaman saya, musim angin utara ini akan terus berlangsung beberapa bulan kedepan, paling tidak durasi musim angin utara ini terjadi ada sekitar 3 sampai 4 bulan dalam setahun," ujarnya.

Ekonomi Nelayan Merosot

Nelayan merupakan salah satu profesi masyarakat di Pulau Rangsang, hampir setengah dari masyarakat banyak menggantungkan hidup dari hasil tangkapan ikan di laut. Kondisi cuaca yang ektrim saat ini turut berdampak kepada pendapatan para keluarga nelayan yang ada, serta ketersediaan pasokan ikan di pasar Kota Selatpanjang.

"Mau tidak mau daripada harus melaut mempertaruhkan nyawa, lebih baik menunggu di rumah, meski kami akui pendapatan keluarga saya adalah dari melaut. Saat ini uang masuk tidak ada, terpaksa untuk mencukupi kebutuhan keluarga harus hemat sehematnya, celengan anak pun harus di pecahkan dari pada kelaparan," katanya. (rep01/sus)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com