*Pejabat Pemkab Meranti Tinjau Lokasi

Fasilitasi Sengketa Lahan Warga dan RAPP

Dibaca: 1148 kali  Rabu,28 Januari 2015 | 04:51:00 WIB

Fasilitasi Sengketa Lahan Warga dan RAPP
Ket Foto : Asisten I Setdakab Meranti, Alizar, bersama unsur instansi terkait lainnya saat meninjau lokasi sengketa lahan masyarakat dengan PT RAPP, Rabu (28-1)

MERBAU - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terus berupaya memfasilitasi persoalan tapal batas tanah perkebunan masyarakat dengan PT RAPP di Kecamatan Merbau. Upaya itu dilakukan dengan melakukan peninjauan langsung ke lapangan, Rabu (28/1).

Sejumlah pejabat Pemkab yang turun langsung ke lapangan, antara lain Asisten I Bidang Administrasi Pemerintahan, Alizar, Kabag Tata Pemerintahah, Yulizar, Kabag Hukum, Sudandri, Kakan Kesbangpol, Ahmad Yani, serta staf Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kepulauan Meranti.

Sementara dari pihak keamanan hadir Kasat Intel Polres Kepulauan Meranti, AKP Imron Baharudin, Kapolsek Merbau, AKP Syahruddin Tanjung, Kanit Intelkam, IPDA Edi Purnomo, serta staf intel Kodim dan BIN, bersama empat orang perwakilan PT RAPP.

Sedangkan Pemerintah Kecamatan Merbau diwakili Sekcam Merbau, Fahmuriadi SPd, Kasi Pemerintahan, Syargani SH, Lurah Telukbelitung, Kamsiatun SHum, UPT Dishutbun Merbau, Wan Dahnial, Ketua LAMR Merbau, A Gafar serta sejumlah warga yang memiliki lahan di lokasi itu.

"Kedatangaan kami pada hari ini sebatas memfasilitasi persoalan batas lahan antara masyarakat Kelurahan Telukbelitung bersama RAPP yang hampir menemukan solusi," kata Asisten I Setdakab Kepulauan Meranti, Alizar, saat pertemuan di ruang Kantor Camat Merbau.

Alizar menyebutkan, pihak perusahaan RAPP sudah menyatakan siap untuk bekerjasama dengan masyarakat. Sekalipun demikian, Pemkab meminta pihak RAPP dapat membuat MoU setelah nantinya ditemukan kata sepakat bersama masyarakat.

"Terkait persoalan tapal batas ini, Pemerintah Kepulauan Meranti akan menyerahkan secara khusus kepada Pemerintah Kecamatan Merbau, dalam hal ini kepada Camat Merbau," beber Alizar.

Senada, Kabag Tata Pemerintahan (Tapem), Yulizar, dikesempatan itu menyebutkan, pertemuan tersebut merupakan kelanjutan pertemuan sesudahnya yang beberapa kali dilakukan di Selatpanjang.

"Kami menyambut baik, dan apa yang disampaikan dapat menjadi informasi yang berharga bagi Pemerintah Kabupaten kepulauan Meranti. Kami mempunyai pandangan terkait tapal batas, sebagai mana disampaikan Pak Asisten tadi akan diserahkan kepada Camat setempat," ucapnya.

Saat pertemuan itu, perwakilan RAPP Estate Pulau Padang, Marhadi, menyatakan perusahaan tidak pernah beroperasi di area perkebunan milik masyarakat, sambil memperlihatkan peta daerah opeasional kepada Asisten I Setdakab Kepulauan Meranti.

"Perusahaan tetap mengacu pada peta wilayah operasional sesuai koridor izin yang ada," jelas Marhadi. (rep01/sus)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com