Bupati Himpun Aspirasi Warga Tebingtinggi Timur

Dibaca: 1421 kali  Kamis,12 Februari 2015 | 01:34:00 WIB

Bupati Himpun Aspirasi Warga Tebingtinggi Timur
Ket Foto : Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi, juga menyerahkan bantuan pembangunan rumah ibadah di Kecamatan Tebingtinggi Timur, Kamis (12-2)

SUNGAI TOHOR - Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi, menghadiri syukuran Hari Jadi Ke-4 Kecamatan Tebingtinggi Timur sekaligus bersilaturrahim dengan warga dan tokoh masyarakat setempat, bertempat di halaman Kantor Kecamatan Tebingtinggi Timur, Kamis (12/2).

Turut hadir dalam kesempatan itu, Asisten I Setdakab, Alizar SSos, Kepala Bappeda, Drs M Azza Farozi, Anggota DPRD, Pauzi SE, para Kepala Badan/Dinas/Kantor terkait, Kabag Kesra, Rosdaner SPd, Kabag Humas, Eri Suhairi SSos, tokoh masyarakat dan ratusan warga Tebingtinggi Timur yang memadati lokasi acara.

Pada kesempatan itu, Bupati Irwan berdialog langsung dengan masyarakat Tebingtinggi Timur terkait program pembangunan yang akan dilaksanakan Pemda. Menurut Bupati ide pembangunan idealnya memang berasal dari masyarakat yang mengetahui benar kondisi daerahnya.


Seperti dijelaskan Camat Tebingtinggi Timur, Helfandi SE MSi, khusus di Kecamatan Tebingtinggi Timur sudah dituntaskan instalasi listrik untuk 10 desa. Kedepan akan dilanjutkan ke desa-desa yang belum teraliri. Dimana saat ini setelah Kecamatan ini berdiri telah dilakukan pula pemekaran 3 desa lagi.

"Ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam rangka meningkatkan pelayanan masyarakat dengan memperpendek rentang kendali pelayanan administrasi," ujar Helfandi.

Komitmen pemerintah itu mendapat apresiasi dari anggota DPRD Kepulauan Meranti, Pauzi SE, menurutnya program Bupati yang bersentuhan langsung dengan masyarakat harus didukung semua pihak. "Mari kita beri kesempatan kepada Bupati untuk melanjutkan program-programnya," ujar Pauzi.

Sementara Bupati Irwan, dihadapan seluruh masyarakat menegaskan usulan dari Desa dan Kecamatan yang masuk di Musrenbang jangan diubah lagi, Bupati menginstruksikan kepada seluruh SKPD untuk mengawalnya.

Salah satu yang menjadi kerisauan masyarakat dengan telah dihapusnya Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri, akan berdampak pada hilangnya anggaran desa untuk membangun berbagai infrastruktur strategis.

"Kami berharap kepada Pak Bupati program ini jangan dihapuskan tolong dilanjutkan pak," ujar Saharudin, salah seorang tokoh masyarakat setempat.

Gayung bersambut harapan masyarakat itu langsung ditanggapi oleh Bupati Irwan, dikatakannya sebagai pengganti PNPM, mulai tahun 2015 ini Pemda Kepulauan Meranti akan segera meluncurkan Program Meranti Mandiri (PMM) yang dinilai lebih baik.

"Jika dulu tiap desa mengusulkan proposal terkadang tak terakomodir, kini dengan program baru ini setiap desa akan mendapat total dana Rp1,4 Miliar, silahkan gunakan dana itu untuk membangun," jelas Bupati.


Sekedar informasi, PMM ditujukan Pemda Kepulauan Meranti untuk percepatan pembangunan di perdesaan dan mengantisipasi dihapuskannya PNPM. Dana itu berjumlah total Rp144 Miliar, dimana perdesanya akan dijatah Rp1,4 Miliar dengan rincian Rp700 juta untuk ADD dan Rp800 juta dipergunakan untuk PMM.

Aspirasi lainnya disampaikan Parmin yang berharap akses jalan desa ke desa, desa-kecamatan, Kecamatan-Kabupaten dapat direalisasikan. Selain itu penambahan tenaga guru yang sangat minim di tingkat SMP dan SMU khususnya guru IPA serta infrastrukturnya. Yang tak kalah penting, pemberian Kartu Pintar program Presiden Jokowi yang dianggap belum tepat sasaran.

Menyikapi masalah itu, Bupati menjelaskan untuk mempercepat akses Jembatan Ke Sungaitohor Barat akan dibangun lebih representatif. Sedangkan untuk pelabuhan telah dianggarkan dana sebesar Rp3 Miliar.

Sementara itu Pemda juga menganggarkan dana untuk melaksanakan program prioritas Kecamatan sebesar Rp15 Miliar. "Dana ini bisa digunakan untuk Peningkatan jalan dari Kepau Baru ke Teluk Buntal, semoga bisa dinikmati masyarakat," ucap Bupati.

Selain itu pembangunan Jalan dari Tanjung Sari menuju Sungai Tohor diminta Bupati segera dilaksanakan. "Jadikan ini aspirasi dari Bupati," harapnya.

Sedangkan untuk sektor kesehatan, tahun 2015 ini akan dibangun Poskesdes baru di Desa Kepau Baru. Nantinya juga akan dilakukan penambahan 1 bidan dan 1 perawat yang bertugas untuk melayani kesehatan masyarakat.

Terkait sekolah SMP Negeri, Bupati langsung menginstruksikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengkajinya. Jika diperlukan maka akan direaslisasikan.

Masalah Kartu Sakti Program Pemerintah Pusat yang tidak tepat sasaran juga mendapat perhatian dari Bupati. "Jika ada orang susah yang tidak mendapat kartu sakti segera dikoordinasikan ke Pemda, kita masih punya dana APBD, jangan sampai masyarakat miskin tak terbantu," tegas Bupati.

Untuk masalah listrik dikatakan Bupati, tiap tahun telah dianggarkan dana sebesar Rp70 Miliar dan akan melaksanakan program optimalisasi listrik, "Jika PLN tidak mau, Pemda akan membangun melalui program perintis listrik desa meski belum semuanya terjangkau, tetapi tiangnya sudah terpasang, ini akan terus ditingkatkan," ucap Bupati lagi.



Lebih jauh dikatakannya, dengan telah dibukanya pertambangan Gas di Tebingtinggi Barat, Bupati akan mengusakan investor untuk membangun pembangkit listrik. "Kita telah melobi investor dan jika ini terealisasi maka listrik dapat dinikmati oleh masyarakat sampai ke Tebingtinggi Timur," ujarnya.

Untuk mengatasi masalah distribusi BBM yang tidak sampai ke Tebingtinggi Timur, Bupati menyarankan kepada investor lokal dapat mengambil kesempatan mengurus APMS. "Kita akan memprioritaskan investor lokal, jangan tunggu datangnya investor dari luar," ujar Bupati untuk mengatasi kelangkaan BBM di Kecamatan Tebingtinggi Timur.

Bupati juga menanggapi kerisauan masyarakat yang kesulitan membuat Kartu Keluarga dan Akta Kelahiran yang harus diurus di Kota Selatpanjang. Bupati meminta Asisten I Setdakab untuk mencarikan solusinya jika perlu dibuat perwakilan di tiap Kecamatan.

"Pak Asisten jika bisa diformat KK dapat diurus di Kecamatan dengan membuat UPTD sehingga tidak perlu lagi ke Ibukota Kabupaten," ucap Bupati Irwan.

Diakhir pertemuan, menyikapi tuntutan masyarakat untuk mencabut izin PT NSP dan PT LUM di Kecamatan Tebingtinggi Timur, karena dianggap sangat merugikan, Bupati berjanji akan mengkonsultasikanya di tingkat Pemerintah Pusat. (adv/hms/sus)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com