Muzamil: Musrenbang Bukan Tradisi Seremonial Belaka

Dibaca: 1523 kali  Rabu,25 Februari 2015 | 09:28:00 WIB

Muzamil: Musrenbang Bukan Tradisi Seremonial Belaka
Ket Foto : Wakil Ketua DPRD Kepulauan Meranti, Muzamil Baharuddin

TEBINGTINGGI BARAT - Wakil Ketua DPRD Kepulauan Meranti, Muzamil, mengharapkan kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tidak hanya menjadi tradisi seremonial tahunan belaka. Ia meminta usulan dari Musrenbang dapat menjadi acuan program setiap SKPD.

"Musrenbang yang menguras waktu, tenaga dan fikiran kita ini jangan hanya menjadi acara tradisi atau seremonial tanpa realisasi," kata Muzamil saat menghadiri Musrenbang di Aula Kantor Camat Tebingtinggi Barat, Selasa (24/2).

Selama ini, menurut Muzamil, Musrenbang tidak lebih dari acara kumpul-kumpul dan pidato-pidato saja, dan setelah keluar tidak difikirkan lagi tindaklanjut usulan programnya.

"Realisasi yang ada hanya dari ego sektoral masing-masing SKPD. Bapak-bapak Kades sudah lembur menyusun usulan pembangunan ini, mestinya apa yang dibicarakan di musrenbang ini yang nantinya akan dibangun sesuai kemampuan keuangan daerah dan skala prioritas," ucapnya.

Disisi lain ia juga mengingatkan, agar usulan program yang disampaikan Kepala Desa betul-betul berasal dari aspirasi kebutuhan masyarakatnya, sehingga setiap usulan yang masuk dalam penganggaran APBD tidak bertujuan hanya untuk kepentingan proyek belaka.

"Prioritas itu apa yang memang diinginkan dan dibutuhkan oleh masyarakat, bukan apa maunya aparatur desa saja. Jangan diusulkan hanya untuk kepentingan proyek, seperti supaya tanah disekitar proyek menjadi mahal untuk dijual," ungkapnya.

Muzamil mengharapkan, ada kesepakatan bersama antara legislatif dan eksekutif dalam memprioritaskan usulan program pembangunan dari Musrenbang, sehingga nantinya tidak ada penumpang gelap dalam APBD, yakni program yang tidak pernah dibicarakan tiba-tiba nongol.

"Masalah di Meranti ini mulai terurai tapi belum tertuntaskan. Kita ingin ada harga yang kita dapat di musrenbang ini. sehingga pembangunan bisa tepat sasaran, jangan sampai uang habis tapi masyarakat tidak tersentuh," pungkasnya.

Muzamil juga mengingatkan bahwa Kabupaten Kepulauan Meranti dibentuk dari hasil sebuah perjuangan. Untuk itu ia meminta agar ruh dari perjuangan pemekaran daerah ini dapat tergambarkan dalam setiap kegiatan Musrenbang.

Sejumlah anggota DPRD Kepulauan Meranti lainnya turut hadir dan memberikan masukan saran saat Musrenbang Kecamatan Tebingtinggi Barat, antara lain, Marhisyam SKom, Edi Masyhudi SPdi, Asrofi dan M Tartib MSi. (adv)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com