Seorang Ibu Di Selatpanjang Diduga Tewas Gantung Diri

Dibaca: 5784 kali  Kamis,05 Maret 2015 | 02:00:00 WIB

Seorang Ibu Di Selatpanjang Diduga Tewas Gantung Diri
Ket Foto : Kapolsek Tebingtinggi, AKP Ade R, langsung melakukan reka ulang dan olah TKP saat korban Maryamah pertama kali ditemukan tewas, Kamis (5-3) pagi

SELATPANJANG - Maryamah (40), wanita 4 orang anak dan 5 orang cucu, warga Jalan Swadaya, Dusun 3 Lampam, Desa Banglas, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, ditemukan tewas di pohon kuini belakang rumahnya dengan seutas tali terikat di leher.

Untuk memastikan penyebab kematian Maryamah, Kapolsek Tebingtinggi, AKP Ade Rukmayadi SH dan Kanit Reskrim, Aiptu Yulianto beserta Tim Identifikasi didampingi Kepala Desa Banglas, Muhamad dan Sekretaris LKMD, Susanto, turun langsung melihat Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Suami Maryamah, Syaiful Anwar (47) dan Ibu mertua Maryamah, Rohana (70), kepada Kapolsek menceritakan, peristiwa itu pertama kali diketahui sekira pukul 5.30 Wib, Kamis (5/3). Rohana merasa curiga karena salah satu kursi yang biasanya terletak di dapur rumah tidak terlihat.

Kecurigaan semakin kuat ketika salah satu anggota keluarga, yakni Maryamah juga tidak ada di kamarnya. Sontak Rohana bersama anaknya Syaiful Anwar langsung mencari Maryamah ke rumah tetangga sekitar, namun akhirnya korban ditemukan telah tewas dekat pohon kuini di belakang rumah.

Saat korban pertama kali ditemukan, kata Syaiful, posisinya telah tersandar di kursi yang diletak dibawah pohon kuini itu. Sedangkan seutas tali nilon warna hijau masih terikat di dahan pohon ke leher Maryamah.

"Saya yang melihat pertama kali waktu membuka jendela belakang rumah. Ibu saya membantu memutuskan tali yang tergantung dengan sebilah kapak," kata Syaiful Anwar.

Husni Mubarak, salah seorang warga sekitar kepada merantionline.com menuturkan, dirinya ikut mengangkat jasad korban saat akan dipindahkan dari kamar ke tengah rumah. Ketika ia datang kerumah itu, jasad korban sudah dipindahkan pihak keluarga dibantu beberapa tetangga dari tempat ditemukannya dekat pohon kuini belakang rumah ke dalam kamarnya.

"Mungkin kejadian sekitar waktu subuh, waktu saya angkat dipindahkan dari kamar ke tengah rumah tadi badannya masih lembut (belum kaku, red)," ungkapnya.

Kapolsek Tebingtinggi, AKP Ade Rukmayadi SH di TKP menegaskan, untuk memastikan penyebab kematian pihaknya mesti memeriksakan jasad korban ke RSUD di Jalan Dorak Selatpanjang. "Kita harus periksa dulu. Untuk memastikan perlu pemeriksaan dokter," kata Kapolsek. (sus)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com