Tahun Ini, PT NSP Targetkan 200 Ha Tanaman Kehidupan

Dibaca: 1157 kali  Jumat,13 Maret 2015 | 11:32:00 WIB

Tahun Ini, PT NSP Targetkan 200 Ha Tanaman Kehidupan
Ket Foto : abot (bibit) sagu untuk tanaman kehidupan di lahan konsesi PT NSP

SELATPANJANG - Tahun 2015 ini PT National Sago Prima, anak perusahaan Sampoerna Agro Tbk, menargetkan pembangunan 200 hektar tanaman kehidupan dalam areal konsesi perusahaan. Hasil dari tanaman kehidupan itu nantinya akan dimanfaatkan oleh masyarakat.

"Target 200 hektar itu termasuk untuk merealisasikan 100 hektar tanaman kehidupan yang sempat tertunda pembangunannya pada tahun 2014 lalu karena musibah kebakaran hutan dan lahan," kata Forestry Support Coordinator PT NSP, Setyo Budi Utomo, di Selatpanjang, Jumat (13/3).

Budi mengungkapkan, sesuai kesepakatan bersama Pemerintah Kecamatan dan 10 Pemerintah Desa di Kecamatan Tebingtinggi Timur pada Tahun 2013 lalu, secara keseluruhan PT NSP akan merealisasikan seluas 1.100 hektar tanaman kehidupan jenis Sagu.

Dikatakannya, sesuai aturan tanaman kehidupan itu berada dalam wilayah konsesi perusahaan, sehingga status lahan tetap kawasan hutan milik negara, namun masyarakat melalui Pemerintah Kecamatan dan Desa bisa mengambil manfaat di dalamnya.

"Pemerintah Kecamatan dan Desa akan mendapat manfaat dari hasil tanaman kehidupan masing-masing seluas 100 hektar yang dibangun secara bertahap oleh perusahaan, dimana tentunya pemanfaatan itu akan dinikmati oleh masyarakat," ujarnya.

Sebelumnya, kata Budi, PT NSP telah merealisasikan seluas 70 hektar tanaman kehidupan untuk Koperasi Karya Bhakti Desa Lukun yang diketuai oleh Zainal. Namun Kepala Desa Lukun tetap meminta 100 hektar tanaman kehidupan yang nantinya khusus dimanfaatkan oleh Pemerintah Desa.

Sedangkan saat ini, ungkapnya, PT NSP melakukan koordinasi dengan seluruh Kepala Desa dan Pemerintah Kecamatan Tebingtinggi Timur, untuk mensinkronkan lokasi tanaman kehidupan dalam wilayah konsesi perusahaan.

Nantinya, lanjut Budi, juga akan dibuat perjanjian yang mencantumkan hak dan kewajiban masing-masing pihak, termasuk menyangkut permasalahan teknis pelaksanaan serta ketentuan pemanfaatan hasil panen sagu dari lahan program tanaman kehidupan.

"Saat ini masalah teknis atau pola pemanfaatannya sedang dibahas oleh manajemen Sampoerna Agro di Jakarta, supaya ada keseragaman dengan anak perusahaan perkebunan lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia," ungkapnya. (adv/sus)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com