BC Batam Janji Perketat Pelabuhan dan Bandara

Dibaca: 1063 kali  Minggu,15 Maret 2015 | 03:05:00 WIB

BC Batam Janji Perketat Pelabuhan dan Bandara
Ket Foto : Sejumlah tersangka jaringan narkoba yang dikendalikan dari dalam Lapas Tanjungpinang berhasil diamankan BNN Provinsi Kepulauan Riau

BATAM - Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Tipe B Batam berjanji akan meningkatkan pengawasan pada pelabuhan, bandara dan patroli perairan mengantisipasi masuknya narkoba dari Malaysia ke Indonesia melalui Batam.

"Sebenarnya untuk alat pemindai (x-ray) di Pelabuhan Internasional di Batam sudah bagus. Namun kami akan terus melakukan patroli dan melakukan pengawasan, khususnya pelabuhan-pelabuhan tidak resmi yang tersebar di Batam," kata Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan BC Batam, Kunto Prasti Trenggono di Batam, Kamis.

Ia mengatakan, banyaknya pelabuhan rakyat di Batam sering dimanfaatkan oleh jaringan narkotika internasional untuk memasukkan sabu dari Malaysia ke Indonesia karena jika melalui pelabuhan resmi sering kali berhasil digagalkan petugas.

Saat ini terdapat dua pelabuhan resmi di Batam yang melayani pelayaran ke Malaysia yaitu Pelabuhan Internasional Batam Centre dan Pelabuhan Internasional Harbour Bay.

Dari dua pelabuhan tersebut, penggagalan upaya penyelundupan sabu asal Malaysia sering dilakukan petugas di Pelabuhan Internasional Batam Centre.

Sementara itu, terdapat dua maskapai melayani penerbangan dari Malaysia ke Batam dan sebaliknya meski selama ini belum ditemukan upaya penyelundupan sabu melalui jalur udara.

Kunto mengatakan, bandara justru dijadikan jalur pengiriman sabu asal Malaysia yang sudah masuk ke Batam selanjutnya akan dibawa terbang ke daerah lain di Indonesia.

Pada 2014 dan awal 2015 beberapa kali petugas BC dan Direktorat Pengamanan BP Batam menggagalkan pengiriman sabu keluar dari Batam melalui Bandara Internasional Hang Nadim.

"Meski demikian, bukan berarti pelabuhan resmi dan bandara dilonggarkan pengawasannya. Tetap kami juga akan perketat selain terus mengintensifkan patroli dan pengawasan pelabuhan rakyat," kata dia.

Kasus pencegahan pengiriman sabu dari Batam tujuan Surabaya dengan berat 1,433 kilogram pada 6 Maret 2015 oleh seorang TKI yang hendak pulang ke kampung halaman di Madura.

"Kami juga mengimbau pada masyarakat agar melaporkan jika di pelabuhan rakyat atau lokasi-lokasi lain di wilayahnya menjadi tempat masuknya narkoba asal Malaysia," kata Kunto. (ant)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com