Hormati Lee Kuan Yew

Hari Minggu, Singapura akan Jadi Kota Mati

Dibaca: 816 kali  Sabtu,28 Maret 2015 | 01:05:00 WIB

 Hari Minggu, Singapura akan Jadi Kota Mati
Ket Foto :

Singapura-Duka mendalam warga Singapura atas kematian Bapak Bangsa Lee Kuan Yew akan mencapai puncak Ahad (29/3/2015). Singapura yang biasanya gemerlap dan selalu sibuk bakal hening dan bersiap bagai menjadi kota mati. 
 
Kegiatan sosial, bisnis, hiburan, serta politik ditiadakan sebagai bentuk penghormatan warga Negeri Singa atas pemakaman kenegaraan bagi orang yang paling mereka cintai dan hormati tersebut.
 
Mengutip Straits Times, pada hari itu, pusat perbelanjaan Metro akan menutup lima gerainya yang tersebar di seluruh Singapura. "Kami merasa harus melakukannya sebagai tanda penghormatan. Karyawan juga akan mendapat hari libur agar bisa menunjukkan apresiasi," kata Manajer Iklan dan Promosi Metro Veronica Lee. Kegiatan mereka akan kembali normal pada Senin, 30 Maret 2015.
 
City Developments, sebuah perusahaan pengembang, membatalkan kegiatan earth hour mereka di City Square Mall yang rencananya digelar hari ini. Tiga pengecer di The Shoppes at Marina Bay Sands pun menunda acara mereka. Di antaranya, kampanye pemasaran di seluruh Pulau Cath Kidston dan pembukaan toko resmi Kate Spade New York.
 
Hal yang sama dilakukan perusahaan lotre Singapore Pools. Seluruh cabang, gerai resmi, ritel, dan kantor pusat LiveWIRE juga akan ditutup pada Minggu besok demi Lee. Layanan utama mereka tidak akan tersedia. Hanya layanan 4D yang disediakan pukul 06.30 hari itu. 
 
Lee meninggal pada 23 Maret lalu dalam usia 91 tahun. Banyak pemimpin dunia, termasuk Presiden Jokowi, yang bakal menghadiri pemakamannya. Sementara itu, elite politik Indonesia menyatakan dukacita dengan mendatangi langsung persemayaman Lee di gedung parlemen Singapura kemarin. Misalnya, mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Megawati Soekarnoputri.
 
Pukul 12.45 waktu setempat, rombongan SBY datang. Rombongan tersebut terdiri atas sang istri Ani Yudhoyono, pengusaha Chairul Tanjung, serta mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat (AS) Dino Patti Djalal. Rombongan disambut langsung oleh Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsieng Loong dan sang istri, Ho Ching. Mereka juga ditemani Menteri di Kantor Perdana Menteri Grace Fu Hai Yien.
 
Dalam kesempatan tersebut, hanya SBY dan sang istri yang diperbolehkan mendekat ke peti mati Lee. SBY melakukan sikap hormat, sedangkan Ani menundukkan kepala. Setelah itu, pasangan tersebut dikawal untuk naik ke podium tempat peti mati untuk melihat wajah Lee sebelum akhirnya keluar.
 
Sebelumnya, SBY mem-posting video ucapan belasungkawa atas kematian Lee. Dia menilai, Lee Kuan Yew adalah sosok pemimpin yang bisa membuat Singapura maju dan terus menjalin hubungan baik dengan Indonesia. "Saya turut berdukacita kepada keluarga, pemerintah, dan masyarakat Singapura," ucapnya.
 
Tiga puluh menit setelah SBY, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri datang bersama sang anak, Puan Maharani. Keduanya juga disambut PM Lee Hsieng Loong dan istri. Presiden kelima Indonesia itu mengaku mempunyai kesan tersendiri terhadap Lee selama menjabat kepala negara. 
 
Mega ingat, dirinya sering membicarakan sang ayah, Soekarno, dengan Lee saat pertemuan. "Beliau sudah seperti mentor saya," ungkapnya. Selain itu, masih banyak figur penting Indonesia yang mendatangi persemayaman Lee kemarin. Misalnya, dua putri Soeharto, yakni Siti Hardiyanti Indra Rukmana dan Siti Hediati Harijadi.(rep05/jppn)
Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com