*Tarik Perhatian Wisatawan

Pemkab Meranti Dukung Kemeriahan Imlek di Selatpanjang

Dibaca: 4143 kali  Sabtu,28 Maret 2015 | 07:34:00 WIB

Pemkab Meranti Dukung Kemeriahan Imlek di Selatpanjang
Ket Foto : Kemeriahan Perayaan Imlek di Kota Selatpanjang

SELATPANJANG - Peperangan hebat terjadi di sejumlah jalan protokol Kota Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin (23/2). Tak sanggup sendiri melawan ribuan warga yang memberondongnya, Bupati, Drs H Irwan MSi mengajak serta Kapolres, AKBP Z Pandra Arsyad SH MSi.

Peperangan ini merupakan bagian dari sejumlah kegiatan warga tionghoa Selatpanjang dalam memeriahkan Imlek 2566. Tidak menggunakan peluru tajam layaknya perang sungguhan, namun peperangan ini hanyalah hiburan memeriahkan perayaan Imlek dengan menggunakan amunisi air.

Suasana Tahun Baru Imlek 2566 di Kota Selatpanjang memang memiliki keunikan tersendiri. Imlek terasa begitu meriah oleh salah satu tradisi yang disebut warga tionghoa setempat Perang Air, hingga menarik perhatian wisatawan lokal dan macanegara.

 

Ribuan warga tumpah ruah di sejumlah jalan protokol sambil membawa peralatan tempur (pistol air), karena serunya, Bupati Kepulauan Meranti, H Irwan, ikut ambil bagian dibantu Kapolres AKBP Pandra, yang juga tak ingin melewati momen pertempuran ini.

Mulai usia anak-anak hingga orang tua ikut menyemarakan tradisi tahunan yang muncul beberapa tahun terakhir ini. Karena uniknya agenda tahunan ini, bukan saja diikuti oleh warga setempat namun juga wisatawan dari negara tetangga seperti Singapura, Malaysia bahkan dari Eropa.

Bupati Irwan bersama Kapolres AKBP Pandra ikut berkonvoi dengan menggunakan becak menyusuri jalan protokol Kota Selatpanjang, sambil menenteng senjata (Pistol Air) seperti gangster di film-film action, siap menghadapi siapapun yang memberondongnya dengan air, awalnya warga tidak menyangka Bupati ikut dalam Perang Air, setelah Bupati mulai menggunakan senjatanya, alhasil tembak menembak antar warga dan rombongan Bupati dan Kapolres pun tak terelakan.

Becak dan ojek motor menjadi kuda besi oleh warga yang ingin berperang, sebagian lagi memilih menanti ditepian jalan sambil menyiapkan ember berisi air dan senapan untuk menyerang siapapun yang melewati jalan. Tak terkecuali rombongan Bupati turut jadi sasaran empuk warga, hebatnya meski dibuat basah oleh warga lainnya tapi tidak membuat pihak manapun marah bahkan suasana menjadi semakin meriah, penuh tawa dan terlihat semarak.

"Kami tak boleh marah, ini sudah menjadi tradisi di daerah ini," ujar Ahok warga setempat.

Suasana hebohpun dirasakan oleh Bupati Irwan dan Kapolres AKBP Pandra, pangkat dan jabatan tak menjadi soal, rombongan terlihat larut dalam kegembiraan bersama warga. Suasana itu berlangsung kurang lebih 45 menit dan masyarakatpun tampak senang melihat orang nomor satu di Kepulauan Meranti ini turut bergembira bersama warga.

Letak geografis Kota Selatpanjang, Ibukota Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau sangat strategis karena selain dekat dengan negara tetangga, juga menjadi jalur pelayaran dan perdagangan Internasional Selat Malaka di dua negara yakni Malaysia dan Singapura.

Selatpanjang berisi suku Melayu dan Tionghoa yang dominan, sehingga perayaan Imlek selalu diperingati dengan meriah.

 



Penyambutan tahun baru Imlek di Selatpanjang berpusat di Vihara Sejahtera Sakti. Pada hari ke-5, sebelum malam puncak perayaan Imlek, selalu diadakan Festival Kembang Api. Yang luar biasa adalah kembang api akan terus membanjiri langit hingga 3 jam lamanya, momen ini adalah yang paling ditunggu wisatawan.

Setiap tahunya masyarakat Tionghoa di Selatpanjang, Ibukota Kabupaten Meranti menggelar malam hiburan imlek. Tahun ini, warga Tionghia tak ketinggalan menghadirkan hiburan lagu-lagu mandarin dan barongsai yang disertai suara petasan yang ikut memeriahkan acara tersebut.

Acara ini diikuti oleh Sekda Kabupaten Kepulauan Meranti, Iqaruddin, Kapolres, AKBP Pandra Arsyad serta sejumlah tokoh Tionghoa.

 



Para tamu undangan pun, sebagaimana tradisi umumnya, memberikan 'angpao' kepada kelompok barongsai. Selanjutnya, tamu undangan diminta untuk membakar petasan. Petasan yang menggantung dengan tali dengan panjang 2 meter disulut api yang langsung suaranya petasan saling bersautan memekakan telinga.

Malam hiburan imlek ini, tentunya dihadiri ratusan masyarakat tionghoa. Tak hanya itu saja, menariknya tradisi ini dihadiri para perantau warga tionghoa asal Selatpanjang. Mereka tidak hanya di sentro Nusantara, tapi dari sejumlah luar negeri juga datang.

Sekda Kabupaten Kepulauan Meranti, Iqaruddin dalam sambutannya mengatakan, bahwa tradiri imlek di daerahnya harus terjadi dengan baik. Sebab, imlek merupakan perekat antara masyarakat tionghoa dan masyarakat luas lainnya.

"Terutama para perantau yang datang dari berbagai negara yang tidak lupa kalau leluhur mereka berasal dari Selatpanjang. Ini kebanggaan tersendiri buat kami yang mana para perantau masih melepaskan rindunya ke Selatpanjang ini," kata Iqaruddin.

Karena itu, lanjut Iqaruddin, perayaan imlek diharapkan dapat menjalin silahturahmi untuk semua pihak.

 



"Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, kami ucapkan selamat imlek buat masyarakat tionghoa. Semoga kita di Meranti ini selalu dilimpahkan kemurahan rezeki dan kesehatan," kata Sekda Iqaruddin menutup sambutannya.

Malam hiburan Imlek ini dipandu oleh Yayasan Vihara Sejahtra Sakti. Artis hiburan yang didatangkanpun ada dari Batam dan Malaysia. Tentunya lagi-lagu yang disajikan lagu mandarin. Kapolres, AKBP Z Pandra didaulat bersama tamu undangan lainnya untuk menyanyikan lagu mandarin. (adv/hms/sus)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com