1.700 Tentara Irak Korban Serangan ISIS Dikubur Massal

Dibaca: 1730 kali  Rabu,08 April 2015 | 01:46:00 WIB

 1.700 Tentara Irak Korban Serangan ISIS Dikubur Massal
Ket Foto :

Baghdad-Tim forensik Irak sedang sangat sibuk. Itu terkait aktivitas penggalian dan identifikasi mayat di kuburan-kuburan masal Kota Tikrit, Provinsi Saladin. Mulai Senin (6/4) delapan tim forensik melakukan penggalian di delapan lokasi berbeda di kompleks istana kepresidenan.
 
 "Di kompleks istana kepresidenanlah sebagian besar pembunuhan diyakini terjadi," ungkap Kamil Amin, salah seorang pejabat di Kementerian Hak Asasi Manusia Irak. Militan Negara Islam alias Islamic State (IS) yang juga dikenal sebagai ISIS atau ISIL sukses merebut Tikrit pada Juni lalu. Sejak saat itu, kelompok radikal tersebut gencar menyerang dan membunuh serdadu-serdadu Irak.
 
Amin menambahkan bahwa jumlah mayat yang terpendam di dalam kuburan-kuburan masal itu mencapai ratusan. Sebab, serangan maut ISIS di Kamp Speicher, pangkalan udara di dekat kompleks istana kepresidenan, membuat sedikitnya 1.700 tentara kocar-kacir. Kabarnya, hanya segelintir serdadu yang berhasil menyelamatkan diri. Sisanya tewas di tangan ISIS.
 
Hingga Selasa (7/3/2015), sedikitnya delapan tim forensik Irak masih terus melakukan penggalian di area yang dahulu menjadi istana mantan Presiden Saddam Hussein. "Sedikitnya 12 mayat telah berhasil diangkat dari dalam tanah kemarin (Senin lalu)," kata Amin. Dia yakin, tim forensik masih akan menemukan puluhan, bahkan ratusan mayat, lagi di lokasi tersebut. Kemarin stasiun televisi Iraq menayangkan aksi penggalian besar-besaran yang dibantu beberapa buldoser tersebut.
 
Setelah dievakuasi, mayat-mayat itu lantas diberi label oleh tim forensik. Label kuning tersebut nanti membantu tim dalam proses identifikasi. Langkah pertama yang dilakukan tim forensik setelah melabeli mayat adalah melakukan uji laboratorium. Uji DNA termasuk di dalam rangkaian uji laboratorium tersebut. Saat ini tim telah memiliki data dari sekitar 85 persen keluarga korban. Rep05)
 
Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com