PT NSP Targetkan Bina 150 Orang MPA

Dibaca: 1679 kali  Kamis,09 April 2015 | 11:22:00 WIB

PT NSP Targetkan Bina 150 Orang MPA
Ket Foto : GM PT NSP, Hari Susanto, secara simbolis menyerahkan bantuan peralatan bagi MPA, Kamis (9-4)

TEBINGTINGGI TIMUR - PT National Sago Prima (NSP) anak perusahaan Sampoerna Agro Tbk, menargetkan akan melakukan pembinaan terhadap 150 orang Masyarakat Peduli Api (MPA) dari 10 Desa yang ada di Kecamatan Tebingtinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Seperti diungkapkan General Manager (GM) PT NSP, Hari Susanto, saat kegiatan Sosialisasi dan penguatan kelembagaan Masyarakat Peduli Api, yang dipusatkan di Desa Lukun, Kecamatan Tebingtinggi Timur, Kamis (9/4). Target pembinaan MPA itu merupakan bagian dari program tanggungjawab sosial perusahaan.

"PT NSP sangat mendukung pemerintah dalam upaya pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Dukungan tersebut kami wujudkan dalam program-program tanggungjawab sosial atau CSR, seperti kegiatan penguatan kelembagaan Masyarakat Peduli Api ini," ujarnya.

Forestry Support Coordinator PT NSP, Setyo Budi Utomo, menambahkan, nantinya di masing-masing Desa se-Kecamatan Tebingtinggi Timur akan ada 15 orang MPA. Dengan keberadaan MPA diharapkan dapat menularkan pencegahan Karhutla kepada masyarakat lainnya.

"Target jumlah MPA binaan PT NSP, setiap desa ada 15 orang. Saat ini yang telah terbentuk dan dibina PT NSP ada di Desa Kepau Baru, Telukbuntal, Batin Suir dan Lukun," kata Budi.



Sementara itu, Camat Tebingtinggi Timur, Helfandi SE MSi, dalam sambutannya pada acara itu mengungkapkan, kebakaran hutan dan lahan berdampak langsung terhadap stabilitas ekonomi masyarakat. Ia mengharapkan Karhutla yang terjadi cukup besar pada tahun 2014 lalu tidak terulang lagi.

"Kami menyambut positif kegiatan yang dilaksanakan oleh PT NSP ini, kedepan terus lakukan komunikasi yang baik dengan komponen masyarakat, sehingga mulai tahun ini Kecamatan Tebingtinggi Timur nol titik api dan tidak ada lagi yang menelepon Camat tengah malam terkait kebakaran hutan dan lahan," ucapnya.



Camat menyarankan, perusahaan tidak hanya melakukan pembinaan masyarakat untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan, lebih dari itu dia meminta juga dilakukan pembinaan penanaman pohon, sehingga kelembaban dan debit air di lahan gambut tetap terjaga.

Dalam kesempatan itu, Camat Tebingtinggi Timur secara simbolis menyerahkan bantuan peralatan pemadaman api dari PT NSP untuk delapan desa di Kecamatan Tebingtinggi Timur, yang diterima oleh perwakilan Pemerintah Desa Batin Suir dan Desa Lukun.



Pemateri dalam kegiatan sosialisasi, pelatihan hingga simulasi pemadaman api tersebut, antara lain dari Badan Lingkungan Hidup (BLH), Dinas Kehutanan dan Perkebunan diwakili Haji Suhaimi dan Polres Kepulauan Meranti yang diwakili oleh Inspektur Polisi Satu (IPTU) Herman J.

Suhaimi dalam pemaparannya menjelaskan, di satu sisi api sangat dibutuhkan untuk sejumlah keperluan hidup masyarakat, namun api bila tidak terkontrol juga dapat menimbulkan kerugian bagi masyarakat, tidak hanya di lingkungan lokal, bahkan asap dari api dapat mengganggu hubungan internasional.



Sementara itu, IPTU Herman J, menyampaikan himbauan Kapolres Kepulauan Meranti agar seluruh masyarakat turut berpartisipasi dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan, mulai dari kelompok terkecil, yakni keluarga, Ketua RT dan RW.

Pantauan merantionline.com, kegiatan itu juga diikuti oleh Plt Kepala Desa Lukun, Husni Gamal SPdi, Kapospol Sungaitohor, Aiptu Zukrial, Kades Batin Suir, Tarmizi AMa, Kades Lukun terpilih, Lukman, Ketua BPD Batin Suir serta sejumlah unsur masyarakat desa lainnya. (adv/sus)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com