Satu WNI di Arab Saudi Dihukum Mati

Dibaca: 1218 kali  Rabu,15 April 2015 | 12:52:00 WIB

 Satu WNI di Arab Saudi Dihukum Mati
Ket Foto :

Jakarta - WNI yang berprofesi sebagai pembantu rumah tangga bernama Siti Zaenab binti Duhri Rupa dieksekusi mati di Arab Saudi hari ini. Ia dihukum mati pukul 10.00 WIB waktu setempat.
 
Informasi itu disampaikan Kementerian Luar Negeri (Kemlu), dalam rilis yang diterima detikcom, Selasa (14/4/2015). Konsulat Jenderal RI di Jeddah menerima informasi itu dari pengacara Khudran Al Zahrani.
 
Dijelaskan Kemlu, Siti yang lahir di Bangkalan, 12 Maret 1968 merupakan buruh migran Indonesia (BMI) di Arab Saudi. Ia dipidana atas kasus pembunuhan terhadap istri pengguna jasanya bernama Nourah Bt. Abdullah Duhem Al Maruba pada tahun 1999.
 
Siti Zainab kemudian ditahan di Penjara Umum Madinah sejak 5 Oktober 1999. Setelah melalui rangkaian proses hukum, pada 08 Januari 2001, Pengadilan Madinah menjatuhkan vonis hukuman mati qishash kepada Siti Zainab. (rep05/dc)
 
Jakarta - Pengedar ganja yang menjajakan barang dagangannya dalam kue brownies atau coklat di Internet telah dibekuk. Badan Nasional Narkotika (BNN) pun segera melayangkan surat ke Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk menutup situs penjual kue brownies berisi ganja. 
 
"Mengenai situs website yang menjual brownies akan segera ditutup. Nanti Deputi Deddy Fauzi akan mengirimkan surat ke Kemenkominfo untuk menutup situs tersebut," ucap Kabag Humas BNN Kombes Slamet Pribadi saat dihubungi, Selasa (14/4/2015).
 
Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat yakni seorang siswa SMP yang tertidur 2 hari 2 malam setelah mengkonsumsi kue brownies atau coklat tersebut. Usut punya usut ternyata anak tersebut tidur setelah makan brownies yang mengandung ganja.
 
Setelah diperiksa dalam laboratorium, brownies tersebut positif mengandung ganja. BNN kemudian menangkap sindikat pembuatan brownies berbahan ganja pada Jumat (10/4/2015)dengan tersangka 5 orang. Tersangka berinisial OJ, AH, IR, YG, dan HA.
 
Dari kelima tersangka, IR merupakan otak pelaku dan bertugas sebagai penjual dan pendistribusi kue tersebut melalui website yang menjual benda-benda bertema ganja. Pembelian dilakukan untuk seluruh Indnesia dan target penjualannya siapa saja.
 
Dalam pemeriksaan, IR sudah menjajakan bisnis ini sejak 6 bulan lalu dan berpindah-pindah. Untuk penjualan kue dan coklat yang mengandung ganja dilakukan secara online melalui website dan untuk mendapatkan kue tersebut para konsumen memesan via telepon dan BBM.
 
Selain menangkap tersangka, petugas menyita 4 bungkus dan 2 baskom ganja seberat 4 kg serta 4 loyang daun ganja yang siap dijadikan bahan kue. Sementara proses pembuatan brownies ini sama dengan kue umumnya yakni dengana ganja kering yang dihaluskan menjadi serbuk kemudian dicampur dengan tepung kue pondan berbahan brownies dan mentega. Bahan tersebut dikocok dengan mixer dan diletakkan di loyang kue. Satu kotak kue dihargai Rp 200 ribu dengan isi 14 kue di dalamnya. Setelah dipesan, makanan dibuat dan didistribuskan ke jasa-jasa pengiriman.
 
Tersangka dikenakan pasal 111 ayat 2, dan pasal 114 ayat 2 jo 132 UU no 35/2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup.
Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com