*Agar Anak-anak Tetap Sekolah

Kepala SDN 16 Tanjung Peranap Bujuk para Orang Tua

Dibaca: 1583 kali  Jumat,24 April 2015 | 09:47:00 WIB

Kepala SDN 16 Tanjung Peranap Bujuk para Orang Tua
Ket Foto : para aktivis pendidikan bersama anak-anak usia sekolah di desa tanjung peranap, kecamatan tebingtinggi barat, kepulauan meranti

TEBINGTINGGI BARAT - Berbagai upaya terus diusahakan Kepala SD Negeri 16 Tanjung Peranap, Kecamatan Tebingtinggi Barat, agar anak-anak usia sekolah di desa itu tetap melanjutkan pendidikan mereka, tidak terkecuali dengan cara membujuk para orang tua.

Plt Kepala SD Negeri 16 Tanjung Peranap, Rohana SPdSD, mengatakan saat ini sedikitnya tercatat 25 orang anak tidak lagi melanjutkan pendidikan mereka di sekolah, padahal anak-anak tersebut masih dalam usia wajib belajar.

"Ada sekitar 25 orang anak di dusun ini yang hanya diam di rumah saja. Mereka merasa tidak punya biaya untuk ke sekolah. Kami sedang berusaha agar anak-anak itu mau ke sekolah, apalagi status sekolah ini sudah negeri," kata Rohana, Jumat (24/4).

Meskipun biaya pendidikan sudah gratis, para orang tua anak-anak itu tetap tidak melanjutkan sekolah anaknya dengan alasan keterbatasan dana.

"Alasan mereka bukan untuk biaya pendidikannya, namun mereka merasa tidak mampu untuk memiliki baju seragam, sepatu dan perlengkapan sekolah lainnya," tutur Rohana.

Rohana yang belum lama dilantik sebagai Kepala Sekolah ini mengatakan hingga kini masih ada orang tua yang beranggapan sekolah bukanlah hal yang penting, namun dia terus berharap agar orang tua mau menyekolahkan anak mereka untuk menggapai cita-cita.

"Saya sedih juga melihat kondisi masyarakat disini masih banyak yang kurang mampu, hal yang utama bagi mereka bukanlah sekolah tapi bagaimana agar dapur mereka tetap berasap. Kasihankan anak-anak yang masih usia sekolah harus bekerja membantu orang tuanya sebagai nelayan atau buruh kebun," ucapnya.

Meskipun, Ana mengaku tidak menerapkan aturan pakaian seragam yang begitu ketat, namun sebagian anak-anak enggan ke sekolah tanpa mengenakan pakaian seram, karena merasa malu dan takut karena tidak memiliki seragam.

"Tapi kami akan berusaha dengan berbagai cara agar 25 orang anak yang putus sekolah ini tetap mau menyambung pendidikan mereka. Paling tidak mereka sekolah dulu," pungkas Ana. (ami)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com