Ada Bau Busuk Bansos Dibalik Undangan Konpers Sugito

Dibaca: 2115 kali  Sabtu,02 Mei 2015 | 04:18:00 WIB

Ada Bau Busuk Bansos Dibalik Undangan Konpers Sugito
Ket Foto : Surat pernyataan yang dibuat oleh Sugito, Ketua Yayasan Pendidikan Hidayatu Tholibin, Kecamatan Rangsang

SELATPANJANG - Batalnya konferensi pers (Konpers) yang direncanakan Sugito, Ketua Yayasan Pendidikan Hidayatu Tholibin, Kecamatan Rangsang, Kepulauan Meranti, menjadi tanda tanya besar kalangan wartawan. Pasalnya, konpers itu untuk menjelaskan soal dana bantuan sosial (Bansos) tahun anggaran 2013 silam.

Terkait hal itu, Ketua Koordinator Lembaga Survei Independen Kepulauan Meranti wilayah Kecamatan Rangsang, Syafridin alias Ketol, kepada sejumlah wartawan di Selatpanjang, Sabtu (2/5), mengungkapkan, ada penyimpangan setelah bantuan sosial Pemkab Kepulauan Meranti disalurkan ke Yayasan yang diketuai oleh Sugito.

"Kami (LSI) yang sudah melakukan investigasi terhadap penyimpangan itu, atas permintaan Sugito sendiri dan temannya Rifai, setelah Sugito didesak masyarakat Kecamatan Rangsang, karena saat itu dana bansos tidak kunjung direalisasikan untuk pembangunan pagar dan lantai keramik di MDA Hidayatu Tholibin," ujar Syafridin.

Dari hasil investigasi lembaganya, Syafridin menceritakan bahwa pada tahun anggaran 2013 lalu, Yayasan Pendidikan Hidayatu Tholibin, Kecamatan Rangsang, mendapat bantuan sosial Pemkab Kepulauan Meranti sebesar Rp100 juta lewat aspirasi anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti dari Fraksi Gerindra.

Dikatakan Syafridin, Sugito mengaku ada permintaan pembagian dana aspirasi sebesar Rp70 juta serta uang jasa pembuatan SPj sebesar Rp5 juta, setelah melakukan tanda-tangan administrasi pencairan dana bansos di Bagian Kesra Setda Kepulauan Meranti. Sehingga dana yang diterima Yayasan hanya berjumlah Rp25 juta.

"Yang minta ke Sugito adalah M Tartib. Saat itu Tartib masih menjabat staf ahli Fraksi Gerindra DPRD, juga Bendahara DPD Gerindra Kabupaten Kepulauan Meranti. Sekarang dia sudah menjadi anggota DPRD Kepulauan Meranti dari daerah pemilihan Tebingtinggi Barat dan Rangsang Barat," kata Syafridin.

Satu hari setelah transfer dana bansos dari kas daerah ke rekening Yayasan, ungkapnya, Sugito mencairkan dana sebesar Rp75 juta di bank, kemudian diantar ke rumah M Tartib di Jalan Banglas Selatpanjang. "Dana Rp70 juta untuk Tartib cs dan Rp5 juta lagi untuk teman Tartib yang akan membuatkan SPj fiktif," ungkapnya, seperti pengakuan Sugito.

Syafridin menerangkan, dirinya juga berupaya agar dana itu bisa diterima penuh oleh Yayasan. Setelah mengantongi surat pernyataan dari Sugito selaku Ketua Yayasan, Syafridin kemudian menjumpai M Tartib dan meminta dana yang telah diambil sebesar Rp75 juta itu dikembalikan kepada pihak Yayasan.

"Banyak masyarakat Rangsang yang marah dan mempertanyakan dana bansos untuk pembangunan fasilitas MDA Yayasan itu kepada Sugito. Sehari setelah saya jumpa Tartib di Cafe Funbuck Selatpanjang, baru dia kembalikan sebesar Rp35 juta. Itupun saya tahu dari Sugito," ungkap Syafridin.

Hingga saat ini, tambahnya, pembangunan pagar MDA Yayasan Pendidikan Hidayatu Tholibin dari dana bansos tahun anggaran 2013 silam tersebut belum rampung. "Pembangunannya baru dimulai pada bulan desember tahun 2014 lalu, sampai saat ini masih terbengkalai," pungkasnya.

Sayangnya, anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, M Tartib, belum dapat dikonfirmasi. Rencana konferensi pers dengan sejumlah wartawan Sabtu (2/5) pagi batal, karena Sugito yang mengundang wartawan dan M Tartib yang disebut-sebut akan hadir, ternyata keduanya sama-sama mangkir. (sus)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com