*Gelar Sosialisasi

BLH Meranti Ingin Tekan Pencemaran Limbah Berbahaya

Dibaca: 2055 kali  Selasa,05 Mei 2015 | 10:45:00 WIB

BLH Meranti Ingin Tekan Pencemaran Limbah Berbahaya
Ket Foto : Koordinator PPLH Universitas Riau, Dr Suwondo MSi, menyampaikan materinya

SELATPANJANG - Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Kepulauan Meranti kembali menggelar sosialisasi di Selatpanjang. Kali ini sosialisasi dimaksudkan untuk menekan pencemaran limbah berbahaya (B3) dari tempat industri, perhotelan, rumah sakit dan lainnya, bertempat di Grand Meranti Hotel, Selatpanjang, Selasa (5/5).

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Kepulauan Meranti, Drs Irmansyah MSi, yang mewakili Bupati saat membuka sosialisasi itu mengatakan, dewasa ini isu lingkungan sudah sangat seksi menjadi perbincangan banyak pihak, yang mendorong agar seluruh program pembangunan mesti berwawasan lingkungan.

"Diperlukan prinsip dasar dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan, sehingga proses pembangunan saat ini mampu memenuhi kebutuhan generasi sekarang, namun tanpa mengurangi kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhannya," ujar Irmansyah.



Prinsip dasar perlindungan dan pengelolaan lingkungan itu, jelas Kaban LH, dilakukan dengan menjaga lingkungan hidup (udara, air, lahan dan laut) tetap dalam kondisi baik dan sehat untuk aktivitas kehidupan seluruh masyarakat.

"Kemudian memastikan segala kegiatan perekonomian seperti pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, industri, pariwisata dan pertambangan, dilakukan secara berkelanjutan dan berwawasan lingkungan," ucapnya.



Kaban LH Kepulauan Meranti ini berharap seluruh peserta yang hadir dapat mengikuti kegiatan sosialisasi dengan baik, sehingga tujuan dari pelaksanaannya dapat diimplemetasikan ditengah masyarakat dan dalam pekerjaan sehari-hari.

Sebelumnya dalam laporan Ketua Pelaksana, yang juga Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) BLH Kepulauan Meranti, Yonari, menjelaskan, sosialisasi itu diikuti oleh 50 orang peserta, yakni para pemilik usaha dan PNS dari bidang HTI, Perkebunan, Tambang Timah, PLN, Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik (rumah bersalin), perhotelan, APMS, Perbengkelan, Galangan Kapal serta Jasa Transportasi se-Kepulauan Meranti.



"Output yang ingin dicapai dalam pelaksanaan sosialisasi ini adalah meningkatnya pengetahuan dan wawasan. Menumbuhkan kesadaran dan tanggungjawab, Mengurangi dampak pencemaran melalui pemeliharaan dan pengelolaan limbah berbahaya B3," jelasnya.

Tujuan pelaksanaan sosialisasi itu, kata Yonari, bagaimana menyamakan persepsi tentang pengelolaan limbah B3 dan meminimalisir dampak yang ditimbulkan akibat limbah bahan berbahaya dan beracun yang dihasilkan, melalui pengelolaan limbah B3 yang baik dan benar.



"Adapun narasumber berasal dari pusat studi lingkungan hidup Universitas Riau berjumlah dua orang, yaitu Dr Suwondo MSi selaku Koordinator PPLH UR dan Dr Bahruddin MT," kata Yonari.

Turut hadir pada acara sosialisasi tersebut, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Kepulauan Meranti, Ir Mamun Murod MM MH, Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan, Efialdi SE serta pejabat lainnya di lingkungan Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Meranti. (adv)
 

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com