Meneroka Kepulauan Meranti Masa Kini dan Masa Akan Datang

Dibaca: 911 kali  Senin,11 Mei 2015 | 08:32:00 WIB

Meneroka Kepulauan Meranti Masa Kini dan Masa Akan Datang
Ket Foto : foto bersama

PEKANBARU - Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi, menjadi narasumber Diskusi Publik dengan Tema "Meneroka Meranti Masa Kini dan Masa Akan Datang", acara yang bertujuan untuk mengkomunikasikan perkembangan dan keinginan masyarakat Meranti itu, digelar di Hotel Alpha Pekanbaru, Minggu (9/5).

Turut hadir dalam acara yang digelar oleh Ikatan Pelajar Mahasiswa Selatpanjang (IPMS) Pekanbaru itu, Pengamat Tata Kota Provinsi Riau, Ir Mardiyanto Manan MT, Koordinator Wilayah Riau Program Keluarga Harapan, Dr Abdul Halim Mahally, tokoh masyarakat Kepulauan Meranti, Kombes Pol (Purn) Drs Fachruddin Bakar, Anggota DPRD Riau Dapil Meranti, Tengku Nazlah, Anggota DPRD Meranti, Ardiansyah, Asisten II Setda, Ir Anwar Zainal, para Kepala SKPD, pengurus dan anggota ikatan mahasiswa Meranti, serta tokoh lainnya.

Meranti sebagai sebuah Kabupaten termuda di Riau, untuk menjadi yang terdepan, banyak tantangan yang harus dibenahi, mulai dari pemerataan pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas SDM, membangun ekonomi, hingga pengentasan masalah sosial seperti kemiskinan yang masih cukup tinggi, angka pengangguran yang tiap tahun bertambah, dan masalah kriminalitas yang terus menghantui daerah yang sedang berkembang.

Bupati Irwan, selaku pembicara berharap, melalui acara itu dapat menghadirkan berbagai ide cemerlang dalam rangka membangun Meranti lebih baik lagi kedepan, dan kepada mahasiswa dan kaum muda Meranti, dapat menjadi agent of chance dengan memanfaatkan seluruh potensi dan sumberdaya Meranti untuk melahirkan berbagai program menuju Meranti yang di cita-citakan.

Pada kesempatan itu, Bupati mengajak kepada seluruh masyarakat Meranti khususnya kaum muda untuk melihat Meranti dengan perspektif positif, menyatukan persepsi menuju Meranti yang lebih baik dimasa yang akan datang.

"Jika kita melihat sesuatu secara negatif thingking maka kita tidak akan maju-maju," ucap Bupati.

Berbagai pemikiran dan pandangan muncul dalam diskusi tersebut, senada dengan Bupati Irwan, perwakilan masyarakat Syafrizal, berpendapat, masyarakat harus dapat melihat Pembangunan di kepulauan Meranti dengan Positif Thingking, pembangunan baru dapat berjalan dengan baik jika program pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan Pemda seiring dengan kualitas SDM yang mumpuni, untuk itu sektor SDM harus lebih dulu dibenahi.

Bupati mengatakan positif thingking sangat diperlukan, karena sebaik apapun program pembangunan yang dijalankan Pemda, jika dilihat dengan negatif thingking maka selalu tidak baik. "Jika ada yang bagus mari kita dukung bersama," ajaknya.

Tokoh masyarakat lainnya, Fachruddin Bakar mengucapkan apresiasi kepada Bupati Meranti yang telah berhasil menekan angka keluarga miskin di Meranti, yang dibuktikan dengan diperolehnya penghargaan dari Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawangsa di Kupang tahun 2014 lalu, berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan investasi dengan meraih penghargaan Sindo Weekly Magazine di bidang Investasi diawal 2015 lalu.

Seperti dijelaskan Bupati, selama kurun waktu terakhir Pemda Meranti telah berhasil menekan angka kemiskinan dari 42 persen menjadi 32 persen, namun akibat terganggunya stabilitas ekonomi nasional, kenaikan BBM dan harga sembako, menyebabkan kembali tingginya angka kemiskinan di Meranti. Menuntaskannya, Pemda Meranti akan berupaya melakukan pemerataan pembangunan hingga ke pedesaan. Diakui Bupati, pembangunan yang ada di Selatpanjang lebih baik dari pembangunan di Kecamatan Merbau, Tasik Putri Puyu maupun Rangsang Pesisir. Hal itu dipengaruhi oleh kondisi daerah yang cukup berat serta keterbatasan akses.

"untuk mengakses Desa sangat sulit, kita ingin membangun infrastruktur yang baik namun kondisi alam yang sangat berat menjadi kendala," jelas Bupati.

Seperti yang terjadi pada pembangunan Jembatan Selat Rengit (JSR) yang menghubungkan Pulau Merbau dan Tebing Tinggi. Yang direncanakan sebagai penghubung antara daerah kota dan daerah terpencil.

Masalah pengangguran di Meranti menjadi prioritas yang harus dituntaskan, sekedar informasi, jumlah tamatan SLTA sederajat di Meranti tiap tahunnya berjumlah 2700 orang, sebanyak 700 orang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, 2000 orang lainnya menganggur dan sebagian lagi masuk pasar kerja, kondisi semakin diperburuk dengan masuknya 300 orang tamatan sarjana, belum lagi migrasi membuat tekanan pengangguran, masalah ekonomi dan keamanan semakin tinggi. Jika tidak bisa mengkondisikan peluang kerja dan masuknya investor maka akan berdampak pada meningkatnya kemiskinan.

Dijelaskan Bupati, mengatasi hal itu, selama kepemimpinannya, menerapkan beberapa konsep, yakni menjamin perut masyarakat tetap kenyang, salah satunya dengan mengambil kebijakan nekat, memperkerjakan 250 orang Satpol PP.

"Dulunya mereka menganggur dan banyak yang jadi preman dengan kita pekerjakan dapat mengatasi masalah pengangguran dan kemiskinan, begitu juga dengan mengangkat 450 orang janda miskin dan orang tua menjadi petugas kebersihan, ini bukan sekedar memperkerjakan tapi usaha kita menyelesaikan masalah sosial," ujar Bupati.

Setelah perut kenyang, hal lainnya yang harus dijaga kesehatan masyarakat, saat ini Meranti memiliki Puskesmas di tiap Kecamatan yang aktif 24 jam berikut 1 dokter, Poskesdes dan Pustu serta Bidan di tiap desa. Membangun kerjasama dengan RS di daerah tetanggga Tanjung Balai Karimun dan Bengkalis untuk masyarakat yang jauh dari Kota Selatpanjang.

Setelah sehat, menurut Bupati harus pintar, dan Pemda Meranti menyiapkan dana beasiswa sebesar 6 miliar rupiah. Seperti diketahui dalam rangka mempersiapkan bibit unggul, Pemda Meranti telah menyekolahkan tamatan SMU sebanyak 25 orang di Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk menjadi tenaga pengelola pertanian hebat, Akuntasi UNRI sebanyak 30 orang, dan ITB Bandung sebanyak 33 orang, di Politeknik Pengelolaan Keuangan UGM sebanyak 30 orang serta menyekolahkan ke Sekolah Tinggi Administrasi Negara (STAN).

"Semua dalam rangka melahirkan generasi muda yang tangguh sebagai operator pembangunan," ucap Bupati.

Selain itu mengupayakan masyarakat memiliki uang banyak, dengan menciptakan berbagai peluang usaha, "Saya terpaksa menjadi direktur marketing, memperkenalkan Meranti ke tingkat nasional dan internasional, hasilnya banyak investor yang masuk dan terjadi peningkatan APBD dari 300 Miliar menjadi 1.6 Triliun," ucapnya lagi.

Dihadapan para mahasiswa dan tokoh masyarakat, ditegaskan Bupati Irwan, hal itu belum cukup jika tidak diiringi dengan peningkatan akhlak dan keimanan. Dan melalui program MTQ mulai dari tingkat Desa, Kecamatan hingga Kabupaten telah berhasil membawa Meranti meraih prestasi peringkat II MTQ Tingkat Provinsi Riau. Dan 6 orang Qori asal Meranti telah mewakili Riau di aja g MTQ tingkat Nasional. Ditahun 2015 ini Bupati menargetkan Meranti meraih peringkat I MTQ.

Pada kesempatan itu, Abdul Halim yang turut menjadi pembicara meminta mahasiswa dapat menjadi agent of change, menggunakan skil yang dimiliki untuk menciptakan peluang kerja jangan sampai menjadi pengangguran. Siapkan diri menjadi manusia yang terbaik, bermanfaat tidak saja untuk keluarga tetapi bangsa dan negara.

Pengamat perkotaan Mardianto Manan, mengatakan Meranti diprediksi dapat mejadi Batam kedua hal itu sesuai dengan letaknya yang strategis berdekatan dengan dua negara tetangga Malaysia dan Singapura serta didukung potensi besar yang dimiliki. "Meranti kedepan akan mapu bersaing dan sejajar dengan Kabupaten lainnya," ujarnya.

Menurut Mardianto, untuk mewujudkannya perlu memperhatikan managemen perkotaan yakni pengelolaan sistem kegiatan yang baik, jaringan yang baik serta pengelolaan kelembagaan yang baik. (rilis humas setda meranti)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com