Lagi, Dua Legislator Bengkalis Dijebloskan ke Penjara

Dibaca: 1016 kali  Jumat,04 Desember 2015 | 03:12:00 WIB

Lagi, Dua Legislator Bengkalis Dijebloskan ke Penjara
Ket Foto : Anggota DPRD Bengkalis, Rismayeni dikawal penyidik Reskrimsus Polda untuk dimasukkan ke sel tahanan.

PEKANBARU - Dua anggota DPRD Bengkalis, Rismayeni dan Muhammad Tarmizi, dijebloskan ke penjara oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Riau, Kamis (3/12/2015) petang.

Dalam kasus bantuan sosial (Bansos) Kabupaten Bengkalis tahun 2012 bernilai Rp230 miliar itu, turut ditahan mantan Wakil Ketua DPRD Bengkalis, Hidayat Tagor.

Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo SIK kepada wartawan menyebutkan, penahanan dilakukan untuk mempermudah proses penyidikan.

"Ketiganya ditahan setelah diperiksa sekitar 6 jam di Kantor Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau. Ketiganya ditahan di sel tahanan yang ada di lantai II Mapolda Riau," ungkap Guntur, Kamis di ruangannya.

Sebelum ditahan, sebut Guntur, kesehatan ketiganya terlebih dahulu diperiksa di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau. Ketiganya dinyatakan sehat dan bisa ditahan.

"Ketiganya dinyatakan sehat dan langsung ditahan di Mapolda," sebut Guntur.

Menurut Guntur, berkas ketiga tersangka belum dinyatakan lengkap atau masih P-19. Penyidik masih berusaha melengkapi dengan menjalankan petunjuk dari Kejaksaan Tinggi Riau. "Mudah-mudahan pekan depan sudah selesai," kata Guntur.

Dengan ditahannya, Rismayeni, Muhammad Tarmizi, dan Hidayat Tagor, berarti sudah 4 pesakitan Bansos Bengkalis yang dijebloskan ke penjara oleh penyidik dalam pekan ini.

"Sebelumnya pada Senin lalu, penyidik juga sudah menahan Purboyo (angggota DPRD Bengkalis periode 2009-2014," ungkap Guntur.

Dalam kasus ini, mantan Bupati Bengkalis Herliyan Saleh juga ditetapkan sebagai tersangka. Politisi PAN ini belum ditahan karena berkasnya terus dilengkapi penyidik.

Dalam kasus ini juga, mantan Ketua DPRD Bengkalis, Jamal Abdillah tengah disidang di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru.

Adapun tersangka terakhir dalam kasus ini adalah Azrafiani Aziz. Bekas Kabag Keuangan Kabupaten Bengkalis ini masih bebas karena berkasnya masih dilengkapi.

Sekedar informasi, Bansos Bengkalis senilai Rp230 miliar disalurkan pada tahun 2012. Diduga penerimanya fiktif dan juga tidak tepat sasaran.

Dalam dakwaan Jamal, semua anggota DPRD Bengkalis periode 2009-2014 diduga menerima aliran Bansos. Paling kecil menerima Rp1 miliar dan paling banyak Rp29 miliar. (rbc/rep02)
 

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com