Selain Terancam Dicopot, Ansari Kadir Juga Bakal Dipenjarakan

Dibaca: 1101 kali  Kamis,10 Desember 2015 | 03:04:00 WIB

Selain Terancam Dicopot, Ansari Kadir Juga Bakal Dipenjarakan
Ket Foto : Unjuk Rasa Wartawan di Kantor Gubernur Riau terkait pernyataan Ansari Kadir yang melecehkan profesi wartawan di Kabupaten Rokan Hilir

PEKANBARU - Pelecehan profesi wartawan yang diduga dilakukan Kabag Administrasi Pendidikan dan Agama Kesra Pemerintah Provinsi Riau, Ansari Kadir, bakal berbuntut panjang. Selain terancam dicopot dari jabatannya, mantan wartawan itu juga akan dipolisikan.

Ansari akan dilaporkan ke Polres Rokan Hilir atas perbuatannya itu. Bukti rekaman dan pemberitaan terhadap Ansari akan dijadikan bukti untuk menyeretnya ke perbuatan tindak pidana.

Koordinator Lapangan Aksi, Chaidir Anwar Tanjung menyatakan, laporan ke Polres itu perlu dilakukan. Hal itu untuk menindak secara pidana Ansari atas perbuatannya.

"Kawan-kawan di Rokan Hilir buat laporan melalui forum wartawan yang ada disana. Ditindaklanjuti atau tidak oleh penyidik tersana, bukan jadi persoalan. Yang penting buat laporan dulu," tegas Chaidir.

Menurut Chaidir, wartawan yang ada di Pekanbaru akan memantau perkembangan kasus Ansari ketika telah dilaporkan ke Polres Rokan Hilir.

"Nanti kawan-kawan di Polda Riau akan menjembatani kasus ini di Polres Rohil. Pokoknya harus jalan," tegas Chaidir.

Selain memantau secara pidana, Chadir dan puluhan wartawan lainnya akan memantau proses pencopotan Ansari dari jabatannya.

"Wartawan di Pekanbaru juga akan memantau proses Ansari di BKD. Ini harus dilakukan, kalau tidak kasusnya akan menghilang begitu saja," sebut Chadir.

Sebelumnya, puluhan wartawan menggelar demonstrasi di depan Kantor Gubernur Riau terkait perbuatan Ansari karena telah melecehkan profesi wartawan.

Dalam sebuah forum di Kabupaten Rokan Hilir, Ansari mengistilahkan wartawan itu sebagai orang yang rakus amplop. Dia juga menyebut wartawan selalu menang lomba lari, jika di depannya sudah ditebarkan amplop. Memang, secara terbuka Ansari sudah meminta maaf. Tapi ditolak mentah karena tak ada peluang maaf bagi dirinya. (rep01)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com