Akibat Pembalakan Hutan, Populasi Gajah Sumatera Terus Menyusut

Dibaca: 1154 kali  Kamis,17 Desember 2015 | 05:42:00 WIB

Akibat Pembalakan Hutan, Populasi Gajah Sumatera Terus Menyusut
Ket Foto : Gajah melintasi jalan raya di Kecamatan Mandau, Bengkalis

PEKANBARU - Dalam 30 tahun mendatang, gajah Sumatera akan punah apabila tidak ada langkah segera untuk melindungi habitatnya. Menunjuk pada sudah terpangkasnya 70 persen kawasan alami gajah di Sumatera, Organisasi Lingkungan WWF berpendapat, dalam satu generasi, populasi gajah sumatra sudah menciut separuh.

Penyebab utama berkurangnya gajah sumatera adalah pembalakan hutan guna perluasan lahan tani, kondisi sama juga mengancam nasib harimau sumatra dan Badak Jawa.

Humas WWF Perwakilan Riau, Syamsidar mengatakan, kondisi paling kritis terjadi di Provinsi Riau. Sebab cepatnya deforestasi berdampak langsung pada jumlah populasi binatang yang turun 80 persen dalam 25 tahun.

Di Riau sudah 6 dari 9 kawanan gajah yang punah akibat pembalakan hutan, para pemilik konsesi hutan, harusnya perusahaan pulp atau kertas dan industri kelapa sawit, memililki tanggung jawab hukum dan etis untuk melindungi fauna terlindung yang hidup di lahan konsesinya.

"Saat ini diperkirakan populasi gajah sumatera di alam bebas tinggal 5 persen dari perkiraan tahun 1985, sehingga bila trend penggerusan habitat berlanjut, maka dalam 30 tahun binatang-binatang tersebut akan punah," ungkapnya.

Syamsidar mengatakan, WWF akan terus menyerukan agar pemerintah indonesia melarang semua pengubahan guna hutan, sebelum adanya strategi konservasi yang melindungi hewan-hewan terancam di Indonesia. Apalagi gajah sumatera masuk dalam kategori fauna indonesia yang secara kritis terancam punah, disamping Orang Utan Sumatera, Badak Jawa dan Sumatera serta Harimau Sumatera. (slt/rep01)
 

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com