Dewan Minta Perusahaan Tambang dan HTI Komit Realisasikan CSR

Dibaca: 945 kali  Jumat,18 Desember 2015 | 01:00:00 WIB

Dewan Minta Perusahaan Tambang dan HTI Komit Realisasikan CSR
Ket Foto : Basiran SE MM

SELATPANJANG - Keberadaan perusahaan tambang dan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang beroperasi di Kabupaten Kepulauan Meranti diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Disamping penyerapan tenaga kerja lokal, seluruh perusahaan diminta merealisasikan CSR.

Hal itu diungkapkan Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, Basiran SE MM, di Selatpanjang, Kamis (17/12/2015). Dengan beroperasinya perusahaan tambang dan HTI, diharapkan juga mampu memberikan keuntungan bagi Pemkab Kepulauan Meranti dalam meningkatan PAD.

"Beroperasinya perusahaan harus memberikan dampak positif bagi percepatan pembangunan di Kepulauan Meranti. Baik dari sisi peningkatan PAD, sinergi pembangunan dengan pihak swasta maupun sisi sosial lainnya," ucapnya.

Bagaimanpun juga, kata Basiran, aktifitas perusahaan di daerah ini sangat berkaitan dengan berbagai aspek sosial dan lingkungan yang sering menjadi konflik.

"Untuk itu penuhi semua ketentuan, baik yang menyangkut yurisdiksi soal perizinan maupun program Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai bentuk tanggungjawab sosial perusahaan kepada masyarakat," ingatnya.

Pada dasarnya, sambung Basiran, DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti mendukung masuknya investasi dengan beroperasinya banyak perusahaan di Kabupaten Kepulauan Meranti.

"Sepanjang itu menguntungkan bagi Kabupaten Kepulauan Meranti, baik dari sisi PAD maupun sosial lainnya, tidak jadi persoalan. Kita mendukung dan mengharapkan pihak investor tetap berjalan pada aturan ketentuan yang berlaku dalam mengelola perusahaannya," ucapnya.

Dicontohkannya, beroperasinya perusahaan eksploitasi tambang biji timah di Kepulauan Meranti merupakan salah satu upaya dalam mendukung program Pemerintah Daerah dalam menggali potensi sumber daya alam.

"DPRD tentunya mendukung jika perusahaan terus berkomitmen untuk memberikan konstribusi dari hasil eksploitasi tambang biji timah tersebut untuk daerah dan masyarakat setempat," jelasnya.

Untuk diketahui, sebagai kompensasi dari beroperasinya aktifitas eksploitasi tambang biji timah di Kepulauan Meranti, pihak perusahaan PT Wahana Perkit Jaya sudah sepakat setiap sekilo hasil timah yang dieksploitasi akan diberikan kepada masyarakat Kecamatan Rangsang melalui Pemerintah Kecamatan sebesar Rp 1000.

"Dengan adanya dana kompensasi ini, dapat dimanfaatkan untuk kepentingan program pembangunan wilayah setempat tanpa harus melalui dana APBD," harap Basiran lagi.

Sebagaimana komitmen yang pernah disampaikan pihak PT Wahana Perkit Jaya bahwa dalam sebulan eksploitasi akan didapatkan sebanyak 200 ton lebih hasil biji timah. Artinya dengan jumlah tersebut maka diperoleh Rp200 juta.

Sesuai aturan, pihak perusahaan telah mendirikan pabrik pengolahan atau smelter (peleburan) di Desa Topang, Kecamatan Rangsang. "Untuk itu kita pasti akan terus memantau dan mengawal operasionalnya," tandasnya. (adv)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com