BI-Pemko Pekanbaru Jalin Kerjasama Sistem Transaksi Elektronik

Dibaca: 958 kali  Kamis,31 Desember 2015 | 07:00:00 WIB

BI-Pemko Pekanbaru Jalin Kerjasama Sistem Transaksi Elektronik
Ket Foto : Penandatanganan MoU

PEKANBARU - Bank Indonesia Kantor Wilayah Provinsi Riau menggelar penandatanganan kerjasama dengan Pemko Pekanbaru dalam rangka sistem transaksi elektronik atau disebut elektronifikasi. Penandatanganan dilaksanakan di Gedung BI lantai II, Rabu (30/12/2015).

Acara dihadiri langsung oleh Pemimpin BI Riau dan Walikota Pekanbaru, Firdaus MT. Penandatangan ini dilakukan untuk menjadikan Pemko sebagai percontohan dalam penggunaan sistem keuangan secara elektronik di setiap operasional dan aktifitas jajarannya.

Misalkan dengan pembayaran gaji pegawai, pembayaran proyek, retribusi, pajak bahkan pemanfaatan bus trans metro juga sebagainya.

Pemimpin BI Kantor Perwakilan Provinsi Riau, Ismed Inono, mengatakan, kerjasama ini sebagai upaya menuju Pekanbaru "smart city". "Diharapkan Pekanbaru jadi pioneer. Misalkan bagi penerimaan retribusi dan pajak, pembayaran honor dan gaji pegawai dan sebagainya," sebut Inono.

Menurut Inono tingginya transaksi tunai selama ini tidak disadari telah berdampak kepada In efisiensi, rawan kejahatan, tidak tercatat di bank. "Tujuannya mendorong pegawai kedepan menggunakan transaksi elektronik," ujarnya.

Karena itu BI mendorong sistem non tunai secara bertahap akan bisa diterapkan. Dalam rangka percepatan kampanye tersebut BI kerjasama dengan Pemda dan Pemkab.

"Kami mengucapkan terimakasih kepada Pekanbaru yang jadi pioneer program ini," tambahnya. Diharapkan masyarakat bisa merasakan langsung transaksi non tunai yang pada gilirannya dapat di replikasi oleh Pemko dan mahasiswa.

Walikota Pekanbaru, Firdaus ST MT, menyambut baik kerjasama ini, karena ini dapat mensosialisasikan sistem keuangan secara elektronik. "Saya juga terkejut mendengar bahwa kesadaran masyarakat Indonesia untuk bersentuhan dengan dunia perbankan masih rendah yakni hanya 36 persen, jauh dibawah Afrika yang mencapai 75 persen," katanya.

Karena itu ia berharap dengan sosialisasi ini, melalui media, perbankan dan mahasiswa yang menjadi generasi penerus pemimpin kedepan pola transaksi non tunai itu bisa diubah menjadi sistem elektronik atau non tunai.

Pemerintahan Pekanbaru sudah menerapkan ini sejak tahun 2012. Namun belum seluruh SKPD. Makanya tahun 2016 bagi yang SKPDnya masih membayarkan gaji secara manual akan kita tegur, tandasnya. (rep02)
 

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com