Mensos: Rehabilitasi Pasien Narkoba Mahal

Dibaca: 736 kali  Senin,25 Januari 2016 | 10:29:00 WIB

Mensos: Rehabilitasi Pasien Narkoba Mahal
Ket Foto : Mensos RI, Khofifah Indar Parawansa

JAKARTA - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, tidak ada perlakuan spesial hanya sisi pencegahan ditekankan Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) untuk mencegah kekambuhan (relapse) mantan pecandu narkoba.

"Treatment khusus tidak ada, tapi dari sisi pencegahannya yang ditekankan. Karena rehabilitasi itu mahal, maka kami pastikan pascarehabilitasi, tidak relaps," kata Khofifah di Jakarta, Minggu (24/1/2016).

Menurut dia, jaringan pengedar narkoba semakin canggih dalam mempengaruhi orang untuk kecanduan narkoba, psikotropika, dan zat adiktif (Napza). Terakhir, kata Khofifah, dengan menggunakan aplikasi suara di telepon genggam, sehingga saat digunakan orang sekitar tidak mengetahuinya.

"Pola-pola seperti ini kami sosialisasikan kepada seluruh elemen masyarakat dan anak didik di Pusat Informasi dan Edukasi Narkoba," ujar dia.

Ia mengatakan, Kementerian Sosial (Kemsos) telah mendirikan Pusat Informasi dan Edukasi Narkoba pada 2015 di empat kota, salah satunya telah diresmikan di Malang pada 8 Januari 2016. Harapannya para tokoh ulama, tokoh pendidikan bisa menggerakkan anak didiknya secara berkala datang ke Pusat Informasi dan Edukasi Narkoba tersebut.

"Jadi kami sekarang sudah menggunakan dual system, ada pusat rehabilitasi dan ada Pusat Informasi dan Edukasi Narkoba," pungkas Khofifah. (okz/rep01)
 

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com