*Laksanakan Reses di Selatpanjang

Jon Erizal Diminta Perjuangkan Pembangunan Kepulauan Meranti

Dibaca: 766 kali  Kamis,12 Mei 2016 | 02:01:00 WIB

Jon Erizal Diminta Perjuangkan Pembangunan Kepulauan Meranti
Ket Foto : Penyerahan cinderamata

SELATPANJANG - Wakil Ketua Komisi 11 DPR RI, Jon Erizal melakukan reses di Kabupaten Kepulauan Meranti guna menghimpun aspirasi dari konstituennya. Pada kesempaan itu, Wakil Bupati Said Hasyim mengungkapkan minimnya perhatian pembangunan dari Provinsi maupun Pusat, padahal merupakan sebuah Kabupaten baru, termiskin dan satu-satunya yang masih terisolir di Provinsi Riau.

"Daerah ini kaya, tapi karena keterbatasan akses ekonomi masyarakat masih menyedihkan, Meranti satu-satunya daerah terisolir di Riau," ujarnya, dihadapan anggota DPR RI Jon Erizal dan Wakil Ketua DPRD Riau Sunaryo, saat dialog bersama SKPD di Aula Afifa, Selatpanjang, Selasa (10/5).

Akibat dari terbatasnya akses tersebut, harga barang dan bahan pokok di Selatpanjang menjadi mahal sehingga semakin memperburuk kondisi ekonomi masyarakat.

Dijelaskan Said Hasyim, Pemda Kepulauan Meranti pernah mengusahakan membuat jalan akses dari Kampung Balak menuju Buton Siak, namun karena kondisi alam dan keterbatasan anggaran proyek itu tak bisa dilanjutkan.

Tapi jika ini selesai, ungkapnya, Pemda optimis harga sembako akan stabil karena pasokan dari Sumbar dan Medan dapat langsung masuk. Begitu juga komoditas lokal seperti Sagu, Kelapa, Kopi dan Karet akan lebih mudah dijual keluar dan lebih menguntungkan.

"Untuk mengembangkan Kepulauan Meranti tak ada solusi lain selain membuka isolasi," ungkapnya.

Lebih jauh dijelaskan Said, Pemda Kepulauan Meranti melalui program merangkai pulaunya, juga mewacanakan pembangunan jalan dari Futong ke Air Mabuk sepanjang 30 kilometer. Diharapkan jalan ini akan menjadi jalan pertama Provinsi yang ada di Kepulauan Meranti.

Kemudian akses dari Air Mabuk ke Tanjung Sari menuju Karimun yang membuka akses antar Provinsi Riau-Kepri. Diyakni jika ini terwujud maka Kepri sebagai alternatif kunjungan wisata akan menjadi ramai dan akan menguntungkan Kepulauan Meranti sebagai daerah transitnya.

"Ini akan mengembalikan kejayaan Selatpanjang sebagai daerah perdagangan yang madani," papar Said Hasyim.

Untuk itu, Said Hasyim berharap kepada Wakil Ketua Komisi 11 DPR RI Jon Erizal dapat memperjuangkan kondisi itu, sebagai sebuah Kabupaten yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka sebagai jalur laut terpadat yang dilalui lebih dari 300 kapal perhari, hanya mendapatkan abrasi pantai yang setiap tahun daratannya berkurang sampai 15 meter.

Dikatakan Said, sebagai basis terdepan di Indonesia harusnya Kepulauan Meranti menjadi daerah yang maju dengan kondis ekonomi masyarakat yang kuat, tapi kenyataanya justu terbalik, bantuan Provinsi minim apalagi bantuan dari Pemerintah Pusat.

Menyikapi masalah itu, Jon Erizal berjanji siap mendukung pembangunan di Kepulauan Meranti, namun dirinya mengaku tidak bisa memperjuangkan tanpa didukung data yang komprehensip untuk dibawa ke rapat dewan ditingkat pusat.

Kurangnya perhatian Pusat kepada daerah dikatakan Jon disebabkan karena minimnya komunikasi antara Wakil rakyat dan Daerah, melalui momen reses ini diharapkan komunikasi itu akan terjalin semakin baik.

Dijelaskannya, Komisi 11 tempat dirinya bertugas mengawasi masalah ekonomi dan keuangan dan memilik banyak mitra mulai dari Bappenas, Kementerian Keuangan masalah pajak, Bea Cukai dan anggaran, bermitra dengan BI, BPK dan BPKP serta BPS.

Semua hal yang berhubungan dengan institusi itu, kata Jon, dapat diperjuangkan, namun harus dengan data yang lengkap dan realistik, serta menyangkut kebutuhan atau hajat hidup orang banyak bukan perseorangan atau kelompok tertentu.

"Silahkan berikan datanya kepada saya, nanti akan saya angkat ke rapat komisi untuk perjuangkan, tapi berikan dan paparkan data itu secara rasional dan benefitnya untuk rakyat banyak bukan perseorangan atau golongan," ungkap Jon.

Sependapat dengan Jon Erizal, Wakil Bupati Said Hasyim juga mengarahkan SKPD untuk mengajukan konsep yang lengkap dan disinergikan dengan kepentingan yang ada di Provinsi maupun Pusat. "Jangan hanya konsultasi saja tapi berikan konsep proposal yang lengkap dan realistis," ingatnya.

Sekedar informasi, dalam acara yang dihadiri Kepala SKPD, Camat hingga Lurah dan Kepala Desa tersebut banyak masukan kepada Jon Erizal untuk diperjuangkan di tingkat Pusat, mulai dari susahnya mengajukan proposal bantuan di tingkat Pusat, masalah RTRW yang belum jelas, masalah Perikanan, Abrasi, Pertanian, Kehutanan hingga pemotongan DBH Migas Meranti yang berdampak pada semakin kecilnya APBD.

Menyikapi berbagai masalah itu Wakil Rakyat di DPR RI tersebut berjanji akan memperjuangkan sepenuh hati dan siap diajak konsultasi dan dimintai masukan. "Silahkan hubungi saya, nanti akan coba difasilitasi," pungkasnya. (rep05)
 

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com