Program MP3KI Rangsang Barat Layu Sebelum Berkembang

Dibaca: 610 kali  Senin,23 Mei 2016 | 06:43:00 WIB

Program MP3KI Rangsang Barat Layu Sebelum Berkembang
Ket Foto : Ilustrasi

SELATPANJANG - Program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan Indonesia (PM3KI) di Kecamatan Rangsang Barat Kabupaten Kepulauan Meranti diduga jadi ajang korupsi berjamaah oleh orang-orang tidak bertanggung jawab.

Pasalnya pembangunan sumber air bersih sebanyak 12 titik di beberapa desa, yang menggunakan dana sebesar Rp.1.668.734.000 diduga sarat penyimpangan. Itu terbukti karena sampai pada hari ini masyarakat belum bisa merasakan hasil dari program pemerintah tersebut.

Program yang merupakan rencana induk nasional dan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan itu, sebenarnya sudah mulai dikerjakan pada tahun 2014. Namun sampai pada saat berita ini dimuat masyarakat belum bisa mempergunakannya.

Salah satu contoh yang dibangun di Desa Sialang Pasung, pembangunan sumur bor dan penampungan air bersih yang menghabiskan dana sebesar Rp.549.294.000 itu sudah rusak sebelum bisa dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.

Kondisi tersebut dibenarkan oleh Budi selaku Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) MP3KI Rangsang Barat. Berdasarkan hasil konfirmasi awak media kepada beberapa orang yang terlibat dalam masalah ini, juga jauh dari kata tanggungjawab, bahkan terkesan saling menyalahkan.

Zamhuri misalnya, Ketua Pokja air bersih ini memberi jawaban yang bebelit-belit, dengan mengatakan dirinya hanya mengelola 4 unit.
"Kalau yang 8 unit lagi dikelola oleh Budi. Jadi masalah ini jangan hanya ditanyakan kepada saya!," ketusnya.

Sementara di tempat terpisah saat dikonfirmasi ke Sulaiman, selaku Ketua TPK. Dia mengaku heran dengan proses di lapangan.
"Uang sudah diserahkan seluruhnya dan sekretaris juga sudah diingatkan supaya segera menyelesaikan administrasinya. Tapi memang sampai saat ini, belum juga selesai," ungkapnya.

Bahkan Sulaiman terkejut ketika media memberitahukan, kalau penampungan air bersih yang di Sialang Pasung itu, sudah retak dan bocor.

Said Zamhur, selaku Camat Rangsang Barat juga mengetahui hal ini setelah dirinya didatangi beberapa wartawan. "Saya tidak tahu kejadianya seperti ini, terus terang saya tidak bisa mengawasi kegiatan tersebut setiap harinya, karena saya tinggalnya diluar. Tapi saya akan memanggil orang-orang itu secepatnya, dan meminta klarifikasi semuanya, juga tanggungjawab mereka sebagai pelaku kegiatan," ungkap Said.

Program pemerintah yang dananya dari APBN pola MP3KI ini sesungguhnya merupakan langkah tepat pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat. Khususnya di daerah Kepulauan Meranti, yang hampir 90 persen lebih daratanya masih tanah gambut.

Kebutuhan air bersih di daerah ini memang sungguh sulit. Karena hujan dari langit satu-satunya sumber air bersih disini dan selama ini, masyarakat hanya menggunakan air gambut untuk kebutuhan sehari-hari. Tak pelak, begitu masyarakat mengetahui ada progran MPT3KI ini, masyarakat berharap besar, dengan harapan mereka (masyarakat) akan bisa menggunakan air "bening" untuk keperluan sehari-hari. Namun kenyataanya nol sama sekali. (rep01)
 

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com