Warga Desa Tanjung Daarul Takzim Tagih Janji PT EMP

Dibaca: 802 kali  Kamis,16 Juni 2016 | 04:52:00 WIB

Warga Desa Tanjung Daarul Takzim Tagih Janji PT EMP
Ket Foto : Foto bersama pihak PT EMP bersama masyarakat setempat, saat pengoperasian perdana sumur minyak MSTB-01, bulan Maret 2015 lalu

TEBINGTINGGI BARAT - Beroperasinya sumur minyak PT Energi Mega Persada (EMP) Malacca Strait SA di Desa Tanjung Daarul Takzim, Kecamatan Tebingtinggi Barat belum bernilai manfaat bagi masyarakat setempat, bahkan janji pembangunan permanen jembatan pelabuhan yang rubuh akibat pengerukan dasar sungai, tidak direalisasikan oleh perusahaan.
 
Hal itu diungkapkan Kaur Umum Desa Tanjung Daarul Takzim, Sukmayadi, kepada wartawan di Selatpanjang, Rabu kemarin. Dikatakannya sejak beroperasinya sumur minyak MSTB-01 di Desa tersebut, masyarakat setempat belum merasakan program CSR dari EMP.
 
"Macam tak ada perhatian perusahaan untuk masyarakat Desa kami, seperti program bantuan. Apalagi janji membangun beton jembatan pelabuhan kami yang rubuh akibat pengerukan dasar sungai, hanya tinggal janji," kata Sukmayadi.
 
Diungkapkannya, jembatan pelabuhan yang rubuh akibat pengerukan dasar sungai oleh pihak perusahaan migas itu, berlokasi di Dusun Telaga Biru, Desa Tanjung Daarul Takzim. Ketika kerusakan terjadi, Sukmayadi langsung melaporkan kondisi kerusakan kepada humas perusahaan.
 
Sehari setelah dilaporkan, langsung disikapi dengan kedatangan Tim dari perusahaan. Tim itu kemudian melakukan pengukuran dan mengambil gambar kondisi kerusakan jembatan pelabuhan.
 
"Waktu itu Pak Yahya dari perusahaan menjanjikan pembangunan kembali dengan permanen beton, tapi rupanya hanya diperbaiki dengan beberapa keping papan, makanya kami tolak," ungkapnya.
 
Dikatakannya, keberadaan jembatan pelabuhan sepanjang 47 meter itu sangat berarti bagi masyarakat setempat. Sejak jembatan pelabuhan rubuh akibat pengerukan dasar sungai suir kanan, masyarakat setempat tidak memiliki sarana jembatan pelabuhan untuk akses transportasi dan bongkar muat barang.
 
"Kami berharap pihak perusahaan dapat membangun kembali jembatan pelabuhan itu, karena sebelumnya kami telah membangunnya dengan swadaya dan swakelola, bahkan tidak dianggarkan dari dana ADD," ingat Sukmayadi.
 
Untuk diketahui, lapangan sumur minyak MSTB-01 milik PT EMP di Desa Tanjung Daarul Takzim, Kecamatan Tebingtinggi Barat, telah beroperasi sejak bulan Maret tahun 2015 lalu. Sumur minyak tersebut mampu memproduksi 300 barel minyak mentah perhari. (rep01)
Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com