Polri Pantau Harga Komoditas Pokok di Pasar

Dibaca: 547 kali  Rabu,22 Juni 2016 | 11:40:00 WIB

Polri Pantau Harga Komoditas Pokok di Pasar
Ket Foto : Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti

JAKARTA - Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan pihak intelijen kepolisian turut memantau kenaikan harga komoditas di pasar seperti cabai keriting sampai dengan bawang merah terkait dengan potensi penyimpangan berbagai komoditas.
 
Menurutnya, intelijen kepolisian juga turut melihat kondisi harga di pasar terkait dengan potensi penyelewengan komoditas. Dia menegaskan kepolisian saat ini tak hanya mengurusi masalah sosial, namun juga persoalan ekonomi.
 
"Cabai keriting, bawang merah, menjadi urusan polisi. Setiap hari, intel itu melihat naik-turunnya harga," kata Badrodin dalam acara Buka Puasa Bersama, di Jakarta seperti dikutip dari CNN.
 
Dia menuturkan ketika terjadi kenaikan harga maka dapat menyebabkan daya beli masyarakat yang berkurang. Hal itu, sambung Badrodin, juga akhirnya akan berpengaruh pada ekonomi.
 
Badrodin menegaskan Presiden Joko Widodo sudah memerintahkan untuk memantau persoalan kenaikan harga berbagai komoditas tersebut. Jika terjadi kenaikan, paparnya, maka pihaknya diperintahkan untuk menyelidiki apakah ada penyimpangan atau tidak.
 
Selain itu, sambungnya, pihaknya juga menyelidiki dugaan kelangkaan pada distribusi komoditas bersubsidi. Dengan demikian, papar Badrodin, tugas kepolisian akan semakin berat dengan adanya penanganan lembaga tersebut dari ekonomi, sosial hingga budaya.
 
Anomali Sektor Pangan
 
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya menegaskan sektor pangan di Indonesia penuh dengan anomali. Hal tersebut, katanya, berdasarkan pada fakta empiris di lapangan bahwa pasokan minyak goreng, bawang merah, cabai, daging ayam dan pangan lainnya cukup melimpah namun harga tetap meningkat.
 
Dia menegaskan solusi jangka pendek yang dilakukan untuk mengurai fenomena tersebut adalah membangun komitmen produsen terbesar minyak goreng, gula pasir, daging sapi, daging ayam, untuk berpartisipasi menurunkan harga.
 
Selain itu, paparnya, perlu melakukan pemetaan sentra produksi yang siap panen pada Juni-Juli 2016 ini.
 
"Produk petani dibeli dan langsung dikirim ke konsumen, melibatkan Bulog, Toko Tani Indonesia, Koperasi Pasar, Puskop TNI dan Polri, Gapoktan dan Kelompok tani," papar Amran dalam keterangan resminya, awal Juni.
 
Sedangkan untuk solusi jangka menengah dan panjang, dia menegaskan, tentunya dengan memperpendek rantai pasok dan membentuk struktur pasar baru sehingga petani menikmati keuntungan. Sehingga, paparnya, antara petani dan konsumen sama-sama mendapatkan keuntungan. (cnn/rb/rep02)
Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com