Soal Roro Penyeberangan, LMB Bengkalis Kritik Dishubkominfo

Dibaca: 676 kali  Selasa,12 Juli 2016 | 06:18:00 WIB

Soal Roro Penyeberangan, LMB Bengkalis Kritik Dishubkominfo
Ket Foto : Antrian panjang kendaraan saat arus balik pasca lebaran di dermaga roro Kabupaten Bengkalis

BENGKALIS - Membludaknya antrian kendaran yang hendak menyeberang melalui dermaga roro Bengkalis – Pakning saat musim mudik lebaran Idul Fitri 1437 H tampaknya selalu menjadi perbincangan hangat masyarakat Negeri Junjungan dari tahun ke tahun.
 
Kondisi itu sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir, namun celakanya pada musim mudik lebaran idul fitri 1437 H tahun ini, kondisi itu kembali terjadi. Padahal masyarakat sudah menggantungkan harapan untuk dapat menyeberang dengan nyaman tanpa mengantri berjam-jam.
 
Apalagi Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dihubkominfo) terus menggesa pembangunan dermaga baru di roro Sungai Selari maupun air putih sejak tahun lalu sampai mendekati lebaran.
 
Menyikapi kondisi itu, Ketua Dewan Pengurus Daerah Laskar Melayu Bersatu (DPD-LMB) Kabupaten Bengkalis Herman Ahmad SS MSi menyampaikan kritikannya terhadap SKPD pelaksana teknis dermaga penyeberangan Sungai Pakning – Bengkalis yaitu Dishubkominfo.
 
"Kita menilai tidak kondusifnya arus penyeberangan saat mudik adalah murni tanggungjawab Dishubkominfo Bengkalis, ada unsur kelalaian di sana, baik saat perencanaan pembangunan maupun pada saat proses pembangunan dermaga yang baru," ujarnya.
 
Dikatakannya, masyarakat sudah menggantungkan harapan untuk dapat menyeberang dengan nyaman tanpa mengantri berjam-jam. Apalagi Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dihubkominfo terus menggesa pembangunan dermaga baru di roro Sungai Selari maupun air putih sejak tahun lalu sampai mendekati lebaran.
 
"Namun penantian dan harapan masyarakat menjadi sia-sia lantaran kedua dermaga ternyata tidak bisa difungsikan karena dermaga baru di Air Putih Bengkalis dalam kondisi dangkal," ungkapnya.
 
Sedangkan dermaga roro baru Sungai Selari di Kecamatan Bukit Batu tidak cukup besar untuk menampung armada penyeberangan seperti KMP Aeng Mas, KMP Swarna Putri, KMP Bahari Nusantara dan lainnya. Dermaga baru Sungai Selari hanya mampu melabuhkan Armada penyeberangan berukuran kecil seperti KMP Swarna Dharma.
 
Seharusnya, kata Herman, Dishubkominfo berkoordinasi dengan berbagai pihak yang berkompeten seperti KSOP, tim ahli dari perguruan tinggi, BLH dan lainnya. "Jika ada koordinasi yang baik pasti tidak terjadi kesalahan fatal seperti sekarang," pungkas Herman.
 
Menurutnya, masalah kedalaman ujung dermaga maupun soal ukuran dermaga yang tidak memadai adalah hal yang sangat vital dan fatal jika ada kesalahan.
 
"Permasalahan yang ada pada kedua dermaga roro yang baru itu merupakan hal yang sangat fatal. Soal kedangkalan dan ukuran dermaga, kita mempertanyakan kajian dan study kelayakan yang dilakukan selama ini apa saja?," tanyanya.
 
Lebih lanjut Herman mengimbau agar seluruh SKPD yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis lebih serius mendukung program Bupati Bengkalis Amril Mukminin, demi percepatan pembangunan dan kemaslahatan masyarakat Negeri Junjungan.
 
"Untuk mendukung program Bupati Bengkalis harus ada keseriusan dari seluruh SKPD, termasuk Dishubkominfo. Masalah penyeberangan ini Bupati sudah memberikan kepercayaan kepada Dishub seharusnya kepercayaan itu dilaksanakan dengan sebaik mungkin," harapnya.
 
Mewakili masyarakat LMB, tambah Herman, dirinya berharap ada perbaikan-perbaikan yang konstruktif dalam perencanaan pembangunan di daerah ini untuk kepentingan bersama. (rpc/rep04)
Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com