Impor Bom, Granat dan Torpedo Naik 50 Persen

Dibaca: 592 kali  Sabtu,16 Juli 2016 | 12:03:00 WIB

Impor Bom, Granat dan Torpedo Naik 50 Persen
Ket Foto : ilustrasi

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan adanya kenaikan barang impor konsumsi selama semester I-2016 mencapai US$6,16 miliar, meningkat 13,57 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang hanya mencapai US$5,42 miliar.
 
Kepala BPS, Suryamin menjelaskan, peningkatan barang konsumsi tersebut didominasi oleh komponen alat-alat pertahanan dan keamanan seperti bom, granat, torpedo, sampai dengan amunisi senjata-senjata lainnya.
 
Artinya, peningkatan barang impor konsumsi pada Juni tidak hanya didominasi produk tekstil. "Selain impor pangan, pakaian, impor barang konsumsi seperti alat perang itu meningkat. Ada juga impor tank," kata Suryamin dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Jumat 15 Juli 2016.
 
Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo mengungkapkan, perlengkapan alat-alat pertahanan dan keamanan tersebut dipasok dari negara-negara seperti Korea Selatan dan Brazil.
 
Selama ini, impor komponen perang tersebut memang menjadi kebutuhan. "Memang meskipun belum ada perang, tapi tetap membutuhkan perlengkapan militer yang habis sekali pakai," kata dia, dilansir viva.
 
Berdasarkan data BPS, impor bom, granat, torpedo, sampai dengan amunisi selama semester I mencapai US$59,38 juta dengan berat 578,44 ribu kilogram atau naik dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang hanya sebesar US$40,15 juta dengan berat 295 ribu kilogram. (rep05)
 
Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com