Musrenbang RPJMD 2016-2021 Himpun Isu Strategis Menuju Meranti Sejahtera

Dibaca: 880 kali  Jumat,22 Juli 2016 | 04:07:00 WIB

Musrenbang RPJMD 2016-2021 Himpun Isu Strategis Menuju Meranti Sejahtera
Ket Foto : Bupati Kepulauan Meranti, H Irwan Nasir, membuka Musrenbang RPJMD Tahun 2016-2021 Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis (21-7-2016)

SELATPANJANG - Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2016-2017 resmi dibuka oleh Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi, Kamis (21/7/2016).

Melalui moment itu, Bupati Irwan mengharapkan segala isu strategis menyangkut rencana program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat dalam lima tahun kedepan dapat terhimpun dan dilaksanakan menuju Meranti yang sejahtera.

Bupati Irwan mengatakan, demi suksesnya kegiatan tersebut dirinya mengajak semua komponen masyarakat untuk bersatu padu memberikan kontribusi dalam penyusunan RPJMD, sehingga hasil dari konsultasi itu dapat menunjang pembangunan, tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Yang terpenting selaras dengan Visi dan Misi pembangunan yang berasal dari rencana program yang kami sampaikan saat kampanye lalu," ujarnya.

Dijelaskannya, dalam penyusunan RPJMD Tahun 2016-2021 ini tidak terlepas dari apa yang telah dilaksanakan selama 5 tahun masa kepemimpinan sebelumnya, yakni melanjutkan Visi yakni "Menjadikan Kepulauan Meranti sebagai Kawasan Niaga yang Maju dan Unggul Menuju Masyarakat Madani".

Disamping itu Misi, yakni Meningkatkan mental dan spritual masyarakat menuju masyarakat beraklakul kharimah, Meningkatkan infrastruktur dasar dalam rangka merangkai pulau, membuka isolasi daerah, termasuk revitalisasi air bersih dan peningkatan elektrifikasi, meningkatkan kualitas pendidikan sesuai kasanah dan kearifan lokal, meningkatkan kualitas SDM dan Produktifitas.

Kemudian, Meningkatkan hasil pertanian dan peternakan masyarakat, mendorong investasi dan kemudahan usaha, Mendorong upaya pembangunan berbasis lingkungan, Birokrasi yang bersih bebas KKN serta mengembangkan kebudayaan sanggar dan olahraga berbasis kearifan lokal dan kasanah Melayu.

 



Lebih jauh dijelaskan Bupati, Pemda tetap konsisten untuk terus menangkap isu yang berkembang di masyarakat, dengan menekan angka pengangguran yang menjadi sumber dari kemiskinan, minimnya infrastruktur dasar mulai dari jalan, pelabuhan, abrasi.

Selanjutnya isu perdagangan lintas daerah perbatasan, dimana Meranti seakan terdiskreditkan dengan ketatnya regulasi masuknya barang dari luar, padahal Kabupaten Kepulauan Meranti berbatasan langsung dengan Free Trade Zone.

"Hal itu menyebabkan harga barang kebutuhan pokok maayarakat menjadi mahal yang berdampak pada semakin tertekannya ekonomi masyarakat. Ini yang perlu ada terobosan dan kebijakan khusus dari pemerintah pusat," harap Irwan.

Selain itu, daerah ini yang terdiri dari Kepulauan masih terisolasi, contohnya Teluk Buntal yang masih berada satu pulau dengan Selatpanjang membutuhkan 5 jam perjalanan dengan harga tiket yang cukup mahal. Isu kebakaran hutan dan lahan, Abrasi, Peredaran Narkoba, Rendahnya tingkat SDM, menurut Bupati juga menjadi isu penting untuk segera dituntaskan.

Turunnya harga minyak yang berada di angka 46.66 US $ Per Barel, turut memperparah anggaran pembangunan di Kepulauan Meranti, yang memaksa pemerintah harus melakukan rasionalisasi/pemotongan anggaran hingga 300 Miliar rupiah lebih.

Meski dengan anggaran yang terbatas, Bupati Irwan didampingi Wakil Bupati H Said Hasyim mengajak masyarakat, Stakeholder serta SKPD untuk terus meningkatkan kerjasama dan produktifitas. Sehingga potensi pertanian, perikanan dan lainnya benar-benar termanfaatkan untuk kehidupan masyarakat yang lebih baik, aman dan nyaman.

 



Pada kesempatan itu Ketua DPRD Kepulauan Meranti, H Fauzi Hasan turut memberikan apresiasi kepada Pemda Meranti. Menurutnya semasa kepemimpinan Bupati Irwan dalam kurun waktu lima tahun terakhir mampu memberikan banyak perubahan. Khususnya dalam meningkatkan kualitas SDM masyarakat, karena menurutnya tanpa kualitas SDM yang baik mustahil kesejahteraan masyarakat terwujud.

"Kita apresiasi Bupati Irwan, karena pada masanya telah banyak putra-putri terbaik Meranti yang disekolahkan di Perguruan Tinggi terbaik di Indonesia, semoga nantinya mereka mampu berkiprah dalam membangun daerah," ucap Fauzi.

Kurangnya anggaran APBD Meranti karena dipotongnya DBH Migas, dikatakan Fauzi jangan menjadi alasan, ia mengajak semua komponen untuk memberdayakan semua objek dan potensi yang ada, seperti tempat pelelangan ikan bantuan Provinsi Riau didaerah Tanjungsamak yang hingga saat ini belum termanfaatkan.

"Kita jangan terbuai dengan kurangnya anggaran, ayo bersama kita berdayakan semua potensi daerah ini," ajaknya.

Hadir dalam kesempatan itu Wakil Bupati Meranti, H Said Hasyim, Danlanal Dumai, Kapolres Kepulauan Meranti, Mantan Gubri, H Wan Abu Bakar, Ketua LAM, Tokoh Agama/Masyarakat, Kepala Kantor Imigrasi, Beacukai, Pejabat Eselon II, III dan IV dilingkungan Pemkab Meranti. (adv)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com