BNN: Rehabilitasi Bukan Fokus Utama Penanganan Narkoba

Dibaca: 455 kali  Jumat,22 Juli 2016 | 06:09:00 WIB

BNN: Rehabilitasi Bukan Fokus Utama Penanganan Narkoba
Ket Foto : Kepala Badan Narkotika Nasional, Komisaris Jenderal Polisi Budi Waseso

BATAM - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Polisi Budi Waseso mengatakan rehabilitasi bukan fokus utama penanganan narkotika dan obat-obatan berbahaya atau narkoba di Indonesia.

"Rehabilitasi wujud kegagalan tugas pencegahan dan pemberantasan. Artinya kalau banyak yang direhabilitasi program BNN gagal. Jadi rehabilitasi bukan fokus kami," kata dia usai memberikan pemaparan di Polda Kepri, Batam, Kamis.

Yang menjadi fokus BNN, kata dia, mencegah agar tidak ada permintaan narkoba sehingga narkoba tidak masuk ke Indonesia dan merusak generasi bangsa.

"Sekarang ini semua narkoba dari berbagai negara tujuannya ke Indonesia. Narkotika adalah bentuk perang jenis modern. Sasaran kehancuran negara. Ini sudah pasti dan sudah nyata. Ini yang harus diperangi," kata Budi Waseso.

Meskipun demikian, kata dia, banyak pihak yang belum peduli terhadap bahaya narkotika yang begitu besar mengancam negara ini.

"Kehancuran sudah nampak nyata, hanya kita yang tidak tanggap. Tidak ada satu institusi di negeri ini yang bersih dari narkoba. Ini wujud nyata narkotika sudah sangat masif," kata dia, dilansir dari antara.

Selama ini, kata Budi Waseso, Asean tidak memiliki komitmen terhadap pemberantasan narkoba.

"Kerja sama dengan beberapa negara diabaikan. Kalau ada jaringan justru dilindungi. Ini bukti ada kepentingan negara lain untuk menghancurkan Indonesia," kata Budi.

Budi Waseso mengatakan, dari 72 jaringan internasional di Indonesia sebanyak 48 memanfaatkan 22 Lapas yang ada. "50 persen peredaran narkotika dikendalikan dari Lapas. Jika Lapas ditangani sudah mengurangi 50 persen peredaran di Indonesia," kata dia.

Melihat kondisi yang sedemikian mengkhawatirkan, Budi menyampaikan sempat ingin menghancurkan langsung kapal-kapal yang digunakan bandar narkoba untuk penyelundupan narkotika sehingga tanpa melalui persidangan.

"Saya sudah sangat gemas, ingin rasanya tidak perlu bandar-bandar itu diproses. Cukup ditembak langsung atau kapal-kapal yang digunakan ditenggelamkan sekalian orang-orangnya," kata Budi Waseso.

Untuk memerangi narkoba tersebut, kata dia, TNI memang harus dilibatkan mengingat ini sudah menjadi ancaman bagi negara.

"Peran TNI sangat dibutuhkan. Karena bukan lagi masalah kecil, ini terkait kedaulatan negara. Jadi perlu keterlibatan semua pihak termasuk TNI," kata dia. (rep01)
 

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com