KSOP Selatpanjang Mintai Keterangan ABK Hotri Jaya II yang Tenggelam

Dibaca: 860 kali  Jumat,22 Juli 2016 | 07:19:00 WIB

KSOP Selatpanjang Mintai Keterangan ABK Hotri Jaya II yang Tenggelam
Ket Foto : ilustrasi

SELATPANJANG - Pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Selatpanjang akan memintai keterangan dari seluruh awak Kapal Hotri Jaya II yang tenggelam di perbatasan Laut Selat Malaka, Senin (18/7/2016) lalu.

Plh Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Selatpanjang, Suharto, didampingi Kepala Bagian Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli, Helmi Novikri SH mengatakan, ABK dimintai keterangan setelah sampai di Selatpanjang.

"6 ABK dalam keadaan selamat. Mereka ditumpangkan di KM Pratiwi menuju Jakarta yang pada saat kejadian melintas di Selat Malaka. Seluruh awak kapal akan dimintai keterangan," ungkapnya dikonfirmasi wartawan, Jumat (22/7/2016).

Kapal kargo Hotri Jaya II bermesin 33 GT, dengan muatan 60 ton tepung sagu, berangkat dari Kabupaten Kepuluan Meranti menuju Batupahat, Malaysia, telah tenggelam dihantam gelombang laut di perbatasan perairan Selat Melaka.

"Kapal kargo Hotri Jaya II 33 GT dengan nomor kapal 200/PPe milik Abeng, dengan 6 ABK berangkat pada hari Senin (18/7/2016) pukul 10.00 WIB dari Selatpanjang bertolak menuju Batupahat, Malaysia, dinyatakan hilang kontak tepat pada pukul 13.00 WIB," kata Suharto.

Tepat pada pukul 14.00 WIB, sambung Suharto, kapal kargo ini dinyatakan tenggelam di perbatasan Selat Malaka, atau persisnya di perairan Tanjung Kongkong pada titik kordinat 1'21'13.74"LU-102'44'33" BT.

"Kuat gugaan kapal karam diakibatkan oleh terjangan ombak dan angin barat laut," tambah Helmi.

Suharto menjelaskan, ketika kapal hendak berlayar, pada saat itu KSOP Selatpanjang memprediksikan cuaca tidak ada masalah, sehingga KSOP mengeluarkan izin gerak.

"Dugaan kami dengan percepatan arah angin yang terkadang kerap berubah-ubah, sehingga saat ini kami menduga karamnya kapal tersebut akibat diterjang ombak angin barat laut yang datangnya sangat sulit diprediksi," ujar Suharto.

Terkait kondisi kapal, pihak KSOP belum bisa memastikan dimana posisinya. Apakah bangkai kapal masih mengambang di permukaan air di tempat kejadian, belum diketahui pasti.

Yang jelas, lanjutnya, KSOP Selatpanjang akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait serta melibatkan pemilik kapal untuk membahas tindak lanjut kemana bangkai kapal akan dibawa.

"Tindak lanjut terhadap bangkai kapal, apakah mesti ditarik ke Selatpanjang atau bagaimanya, kami akan melakukan koordinasi nantinya bersama pihak terkait serta pemilik kapal," ujar Suharto. (santo)
 

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com