56 Arwana Langka Dilepas di Taman Nasional Zamrud Riau

Dibaca: 1016 kali  Sabtu,23 Juli 2016 | 04:24:00 WIB

56 Arwana Langka Dilepas di Taman Nasional Zamrud Riau
Ket Foto : Pelepasan arwana langka di Danau Pulau Besar Taman Nasional Zamrud, Kabupaten Siak, Riau

SIAK - Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tachrir Fathoni didampingi Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau Tandya Tjahjana melepaskan (restocking) 56 ekor ikan arwana golden red di Danau Pulau Besar dan tiga ekor elang di Taman Nasional Zamrud, Kabupaten Siak, Riau.

Taman Nasional Zamrud merupakan taman nasional termuda di Indonesia. Sebelumnya, tempat tersebut merupakan suaka margasatwa Danau Pulau Besar. Kawasan ini terletak di antara dua sungai besar, yaitu Sungai Siak dan Sungai Kampar.

"Kawasan ini memiliki ekosistem rawa gambut yang masih relatif baik," kata Tachrir, di Siak, Jumat 22 Juli 2016, dilansir dari tempo.

Tachrir menyebutkan langkah tersebut merupakan restocking pertama di daerah zamrud. Ia menilai kawasan tersebut bisa cocok dengan ikan dan elang yang dilepaskan mengingat setelah diteliti telah cocok kualitas habitat dengan satwa langka tersebut.

"Saya harap satwa langka terus bisa berkembang biak dan beranak pinak. Kami mohon nelayan atau masyarakat jangan tangkap, jangan sampai induknya ditangkap," tutur Tachrir.

Sementara itu Tandya mengatakan pelepasan dua satwa langka tersebut merupakan salah satu upaya untuk menyelamatkan dua populasi jenis arwana dan elang yang ada di taman nasional tersebut.

Adapun kedua jenis satwa langka tersebut didatangkan dari beberapa tempat penangkaran satwa langka. Sebanyak 30 ekor dari PT Salma, 20 ekor dari PT Tambak Sraya, dan enam ekor dari PT Mina Unggul. Sementara untuk elang, sebanyak dua ekor elang bontrok dan elang hitam berasal dari Kebun Binatang Kasang Kulim dan dari warga setempat.

"Sebelum pelapasan, kami sudah menganalisa kualitas air danau dan pemeriksaan kesehatan serta pemasangan microchip," kata Tandya.

Menurut Tandya, dari setiap tempat penangkaran satwa langka mereka berkewajiban menyerahkan sepuluh persen hasil pengembangbiakkan di penangkaran tersebut.

Sementara untuk menjaga agar ikan arwana tidak dicuri, KSDA Riau memasang microchip yang berada pada tubuh ikan. "Sehingga ketika ikan dicuri, maka alat pendeteksi akan berbunyi dan langsung mengetahui siapa pencurinya," kata Tandya. (rep01)
 

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com