Susi: Mafia Minyak di Tengah Laut Sudah Berkurang

Dibaca: 597 kali  Kamis,28 Juli 2016 | 10:08:00 WIB

Susi: Mafia Minyak di Tengah Laut Sudah Berkurang
Ket Foto : Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti

JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti menegaskan bahwa langkah pemerintah perangi illegal fishing memberi dampak yang cukup besar.

Pasalnya selain berdampak pada meningkatnya populasi ikan, juga berdampak pada berkurangnya pelaku mafia minyak yang sering melakukan penjualan di tengah laut. Termasuk pula beberapa kegiatan seperti transhipment sudah terus berkurang.

"Ini juga merupakan efek lanjut dari langkah pelarangan yang dilakukan pemerintah dalam melakukan transhipment di tengah laut," demikian kata Susi Pudjiastuti di Jakarta, Rabu (26/7/2016) kemarin.

Lebih lanjut, Susi menjelaskan bahwa langkah penerapan IUU Fishing membuat para nelayan tradisional pada saat ini memiliki ketersediaan solar yang cukup banyak dan bahkan berlebih, pasalnya konsumsi lokal pada saat ini mencapai 60 persen.

Menurut Susi adanya ketersediaan solar yang cukup banyak untuk nelayan pada saat ini sangat kontras jika dibandingkan dengan kondisi sebelumnya.

"Sebelum-sebelumnya nelayan kecil sangat sulit mendapatkan solar, hal ini disebabkan adanya mafia yang selalu melakukan penjualan minyak di tengah laut," demikian kata Susi, dilansir dari jitunews.

Dalam kebijakan pemerintah terkait dengan penerapan IUU Fishing, pemerintah melalui KKP juga menerapkan sanksi penenggelaman bagi kapal pelaku Illegal Fishing.

Hingga saat ini, terdapat 71 kapal yang telah ditenggelamkan, sementara kapten kapal penangkap ikan ilegal sudah dipulangkan ke negara asalnya.

Namun menurut Susi langkah perang terhadap Illegal Fishing ini belum sepenuhnya tuntas, pasalnya di Natuna kejadian Illegal Fishing masih kerap terjadi.

"Di Natuna masih terjadi pelanggaran penangkapan ikan yang dilakukan oleh kapal-kapal penangkap ikan dari Tiongkok, dan ini akan menjadi fokus pemerintah indonesia dalam pemberantasan IUU Fishing ke depan," tukasnya. (rep06)
 

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com