Terlambat, Bantuan KUBE Tahun 2015 Diserahkan Tahun Ini

Dibaca: 547 kali  Jumat,29 Juli 2016 | 08:00:00 WIB

Terlambat, Bantuan KUBE Tahun 2015 Diserahkan Tahun Ini
Ket Foto : Acara penyerahan bantuan di depan Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Jalan Perikanan Selatpanjang, Jumat

SELATPANJANG - Sejumlah Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Nelayan di Kabupaten Kepulauan Meranti menerima bantuan berupa peralatan pengolahan ikan. Ternyata bantuan itu terlambat, karena program tahun 2015 lalu yang baru diserahkan tahun ini.

Keterlambatan itu terungkap saat acara penyerahan bantuan di depan Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kepulauan Meranti, yang dihadiri oleh Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Said Hasyim, Jumat (29/7/2016).

"Bantuan ini merupakan program tahun anggaran 2015, karena keterlambatan maka baru diserahkan," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kepulauan Meranti, Drs Askandar.

Dijelaskannya, program bantuan itu bukan berasal dari anggaran daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, namun murni dari program Direktorat Jenderal Kemampuan dan Daya Saing pada Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

Sementara Wakil Bupati Said Hasyim dalam sambutannya mengharapkan, bantuan yang sudah diserahkan dapat dimanfaatkan dan dijaga dengan baik, sehingga peralatan pengolahan hasil tangkap dan budidaya perikanan itu bisa menjadi alat pengembangan usaha.

"Peralatan pengolahan ini hendaknya dapat dimanfaatkan dalam waktu yang panjang, sehingga dapat mengembangkan usaha seperti pembuatan kerupuk udang, kerupuk ikan, nuget dan bakso," harap Wabup Said Hasyim.

Wakil Bupati mengingatkan seluruh KUBE penerima bantuan untuk tidak main-main dalam menjalankan usaha, karena dalam waktu 6 bulan kedepan akan dilakukan evaluasi terhadap kelompok usaha yang telah menerima bantuan.

"Akan ada tindakan tegas jika kedapatan usahanya tidak berjalan, seperti penarikan mesin pengolahan lalu diberikan kepada kelompok usaha lain. Untuk itu jaga dan rawat alat ini, kalau rusak tolong perbaiki," ingatnya lagi.

Menurut Wabup Said Hasyim, modal utama dalam berusaha adalah tekad dan kesungguhan. Disamping itu kelompok usaha mesti terus meningkatkan kualitas serta mutu dari usaha yang dijalankan.

"Jangan ada yang mengeluh jika nanti di evaluasi. Karena tidak ada bantuan modal uang, sebab uang bukanlah yang utama. Kalau sudah banyak uang tak usah berusaha," candanya.

Wabup Said Hasyim juga meminta Dinas Kelautan dan Perikanan Kepulauan Meranti untuk terus memberikan bimbingan dan bantuan pemasaran, sehingga pelaku usaha kecil ini tidak kebingungan dalam hal pemasaran.

"Jika perlu kita buka stand di Bandara yang hanya khusus untuk menjual hasil produksi Perikanan asli Kabupaten Kepulauan Meranti," pungkasnya. (pandu/santo)
 

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com