Bencana Asap Kembali Terjadi Karena Praktik Bisnis Merusak Tidak Dihukum

Dibaca: 496 kali  Selasa,30 Agustus 2016 | 04:11:00 WIB

Bencana Asap Kembali Terjadi Karena Praktik Bisnis Merusak Tidak Dihukum
Ket Foto : ilustrasi

JAKARTA - Kebakaran hutan kembali terjadi dan lebih dari tiga ribu titik panas terpantau selama Agustus 2016. Akibatnya bencana asap datang lagi mendera masyarakat di sebagian wilayah Sumatera, bahkan sampai ke luar negeri.

Juru Kampanye Hutan Greenpeace, Minggu (28/8/2016) mengungkapkan, polusi akibat asap kebakaran seperti di Kota Bengkalis, Provinsi Riau telah mencapai tingkat "sangat tidak sehat" pada Sabtu (27/8/2016).

Indeks pencemaran udara di negara tetangga seperti di Singapura Jumat lalu di tingkat tidak sehat. Sementara Malaysia telah melayangkan surat protes resmi ke Indonesia.

Analisa Peta Kepo Hutan Greenpeace mengungkapkan banyak kebakaran terjadi di konsesi perkebunan milik industri yang sama dengan kebakaran tahun lalu.

Bencana ini terjadi berulang kali karena perusahaan mengabaikan peringatan pemerintah sejak November 2015 lalu untuk segera menyekat kanal-kanal agar gambut kembali basah dan tidak mudah terbakar.

"Ini adalah salah satu langkah penting pencegahan yang harus dilakukan selama 12 bulan terakhir, tapi hingga saat tindakan hukum terhadap praktik bisnis merusak belum serius dilakukan," ucapnya. (alfan)
 

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com