Pembuatan Pematang Solusi Cegah Masuknya Air Laut

Dibaca: 1170 kali  Rabu,05 Juni 2013 | 11:31:00 WIB

Pembuatan Pematang Solusi Cegah Masuknya Air Laut
Ket Foto :

RANGSANG BARAT-Memang dalam mengatasi banyaknya tanggul atau pintu klep yang jebol menjadi kendala dalam memaksimalkan hasil pertanian padi di wilayah Rangsang Barat dan sekitarnya.

Sambil menunggu pembenahan dan pembangunan oleh satuan kerja (satker) terkait, pembuatan pematang di setiap petak sawah menjadi salah satu solusi ampuh dalam jangka pendek untuk mencegah masuknya air laut menggenangi sawah yang dapat menggagalkan hasil panen.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Tanaman Pangan (DPPT), Yulian Norwis akhir pekan lalu di kantornya.

Kepada Riau Pos, dia mengakui bahwa untuk mengatasi tanggul air atau pintu klep yang banyak yang sudah hancur menjadi kewenangan SKPD lainnya dan dia sudah mengkoordinasikannya langsung termasuk kepada kepala daerah sendiri.

‘’Namun untuk jangka pendek menjelang dibenahi, petani sudah kita imbau dan arahkan untuk membuat pematang di setiap petak sawahnya. Dengan begitu bisa mencegah masuknya air asin di saat musim pasang air laut,’’ ujarnya.

Dengan begitu kata Kadis yang akrab disapa Icut itu dapat mencegah terjadinya masuknya air asin seperti yang selalu terjadi beberapa tahun belakangan ini banyak sawah yang digenangi oleh air asin dan membuat gagal panen. Makanya pematang harus segera dibuat agar kegagalan panen bisa dihindari.

Apalagi dalam program swasembada pangan pihak DPPT terus on the track dalam mendapatkan program cetak sawah. Jangan hanya gara-gara persoalan tanggul atau pintu klep itu malah program yang sudah berhasil didapatkan dari pusat malah gagal dilaksanakan.

‘’Yang penting kita akan terus kembangkan program cetak sawah di Meranti. Apalagi Dirjen sudah pernah tiba ke Meranti khususnya di Rangsang Barat untuk melihat potensi lahan persawahan kita. Makanya nanti pematang sawah harus dibuat untuk pencegahan dini,’’ inginnya.

Dijelaskan Yulian tahun ini ada sebanyak 500 hektare cetak sawah dan 750 hektare optimalisasi sawah yang didapatkan dari pusat untuk Meranti. Jika hanya gara-gara persoalan tanggul dan drainase program yang terbesar di Riau didapatkan Meranti dibandingkan kabupaten lainnya itu gagal terlaksana.  

‘’Kita akan terus optimis memaksimalkan potensi lahan persawahan sehingga berkembang dan pada akhirnya Meranti tidak perlu mendatangkan beras dari luar daerah,’’ kata mantan pejabat Dirjen Pertanian dan Perkebunan itu dilansir riaupos.co.id.(rep2)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com