Gubernur Riau Tegaskan Mutasi Bagian Dari Evaluasi

Dibaca: 920 kali  Selasa,18 Oktober 2016 | 11:43:00 WIB

Gubernur Riau Tegaskan Mutasi Bagian Dari Evaluasi
Ket Foto : Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman

PEKANBARU - Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman melakukan mutasi, Senin (17/10/2016) pagi kemarin. Sejumlah pejabat yang selama ini banyak mendapat sorotan akhirnya digeser kesejumlah posisi baru.

Sebut saja pejabat yang berstatus pasangan suami istri Tien Mastina dan Ardi Basuki. Keduanya sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perikanan Kelautan (Tien) dan Kepala Kesbang Polinmas, kini digeser menjadi staf ahli Gubri.

Begitu juga dengan Syafril Tamun yang sebelumnya mendapat sorotan karena rendahnya realisasi pelaksanaan APBD Riau di Dinas Bina Marga yang dipimpinnya. Syafril diangkat menjadi Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Riau, menggantikan Ramli Walid yang memutuskan bertarung di Pilwako Pekanbaru.

Gubri ditemui usai pelantikan mengatakan, mutasi kali ini merupakan bagian dan evaluasi dan penyegaran organisasi di Pemerintahannya.

"Seperti sebelumnya, pengeseran ini merupakan yang biasa untuk meningkatkan kinerja Pemprov," kata Pria yang akrab disapa Andi Rachman ini.

Ia berharap, para pejabat yang baru ditunjuk lebih mengerti dan memahami tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) masing-masing. Dia juga menyebut pejabat yang baru dilantik tersebut akan jadi manajer di instansinya masing-masing.

"Pejabat yang baru sebaiknya juga langsung melihat ke lapangan untuk  melakukan konsolidasi agar memahami bidang-bidang mereka dan bisa melaksanakan tugas mereka sebaik mungkin," imbuh Andi.

Gubri juga menghimbau, setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) juga harus mengerti program-porgram kerja dalam pembangunan yang terarah dengan baik. "Mereka harus lebih memprioritas yang ada," harapnya.

Selain itu Gubernur Riau mengingatkan seluruh pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau yang baru saja dilantik untuk menjauhi maupun meninggalkan praktik pungutan liar (Pungli).

Terlebih bagi pihak-pihak yang mencatut nama Gubernur Riau untuk menekan pihak-pihak tertentu agar mendapatkan kepentingan pribadi.

"Kalau ada yang jual nama gubernur, jangan ladeni," ungkap Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman, seperti dilansir media center Pemprov Riau.

Ia pun menegaskan, supaya kepala dinas dan badan menciptakan ruang lingkup internal kerja yang nyaman dan kondusif. "Bekerja saja sesuai tupoksinya masing-masing. Jangan menggunakan nama gubernur untuk menghalangi-halangi seseorang," tuturnya. (rep01)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com