Tinjau Proyek di Rangsang Pesisir, Wabup: Jangan Cuma Jadi Monumen

Dibaca: 804 kali  Kamis,03 November 2016 | 04:44:00 WIB

Tinjau Proyek di Rangsang Pesisir, Wabup: Jangan Cuma Jadi Monumen
Ket Foto : Wabup Said Hasyim meninjau bangunan pabrik kerupuk ikan di Desa Tenggayun Raya Kecamatan Rangsang Pesisir, Kamis

RANGSANG PESISIR – Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Said Hasyim melanjutkan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) proyek di Kecamatan Rangsang Pesisir. Dia meminta agar seluruh proyek pembangunan benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat.

"Jangan sampai bangunan yang sudah dibangun ini mubazir. Hanya jadi monumen karena tidak dapat dimanfaatkan masyarakat," kata Wakil Bupati, saat meninjau bangunan yang akan difungsikan sebagai pabrik kerupuk ikan di Desa Tenggayun Raya, Kamis (3/11/2016).

Bangunan pabrik dari program Badan Pengelola Perbatasan Kabupaten Kepulauan Meranti itu sudah selesai seratus persen. Bangunan itu akan difungsikan sebagai tempat usaha pembuatan kerupuk ikan oleh kelompok usaha masyarakat setempat.

"Jangan sampai karena lokasi bangunan ini agak jauh, pengrajin enggan datang. Atau mungkin karena fasilitasnya tidak lengkap akhirnya bangunan ini hanya jadi monumen saja," ingat Wabup lagi kepada Camat Rangsang Pesisir Idris Sudin SPd MSi dan Kepala Desa Tenggayun Raya Haiwar serta Kepala Badan Pengelola Perbatasan (BPP) Khairul Amri.

Namun Kades Haiwar menjelaskan bahwa lokasi bangunan itu tidak terlalu jauh. Meskipun di kiri dan kanan bangunan adalah lahan perkebunan bukan pemukiman warga.

"Dari rumah warga memang agak jauh sedikit karena kita khawatir nanti bau dari pengolahan bahan baku berupa udang dan ikan bisa mengganggu warga," jelasnya.

Sementara itu Kepala BPP Khairul Amri mengungkapkan, bangunan serupa selain diberikan kepada kelompok usaha pembuatan kerupuk ikan di Desa Tenggayun Raya, juga dibangun untuk kelompok pengolahan sirup mangrove di Desa Anak Setatah Kecamatan Rangsang Barat. Selain bangunan, pihaknya juga memberikan bantuan mesin pengolahan.

"Mesinnya sudah ada, tinggal kita pasangkan disini. Total anggaran bangunan dan mesin di dua lokasi sekitar Rp 800 juta," ungkapnya.

Selain meninjau bangunan tersebut, Wabup juga meninjau pengerjaan Poskesdes Tenggayun Raya bernilai Rp 464 juta yang dibiayai bantuan keuangan (bankeu) Provinsi Riau.

Pembangunan Poskesdes tersebut sudah sampai pada pengerjaan pemasangan atap dan pihak Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti optimis bisa selesai sebelum akhir tahun ini.

 



Sebelumnya Wabup juga sempat meninjau kondisi gedung SMPN 1 Desa Sonde. Ia juga melihat pembangunan 34 rumah kayu bantuan untuk masyarakat Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Desa Sonde.

Proyek yang dibiayai APBN itu sudah berdiri dalam bentuk kerangka bangunan rumah sebanyak 17 unit. Di lokasi pihak rekanan mengeluhkan sulitnya membawa material kayu karena berhadapan dengan aparat penegak hukum.

Sebelum melakukan peninjauan, Wabup menggelar rapat koordinasi dengan Camat dan seluruh Kades di Kantor Camat Rangsang Pesisir di Desa Sonde. Dalam rapat itu Wabup meminta laporan pengerjaan seluruh kegiatan pembangunan yang dilaksanakan di desa-desa, baik yang dibiayai APBD Kabupaten, APBD Provinsi, Bankeu Provinsi, APBN maupun Alokasi Dana Desa (ADD).

"Seluruh pembangunan yang menggunakan uang pemerintah harus dikaji betul-betul agar bermanfaat untuk masyarakat. Pelaksanaan juga harus tepat waktu. Camat dan Kades harus mengetahui dan ikut mengawasi," tegasnya.

Dalam monev ini, Wabup Said Hasyim didampingi oleh Kepala Bagian Administrasi Pembangunan (Adpem) Eldi Saputra, Kepala Badan Pengelola Perbatasan Khairul Amri, Sekretaris Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Edi M Nur.

Secara umum Wabup mendapat laporan bahwa pengerjaan pembangunan yang dibiayai ADD sudah hampir selesai. Sebagian besar digunakan untuk membangun jalan dan Kantor Desa. (rls/santo)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com