Wabup Meranti: Kinerja ASN Diukur dari Tingkat Kepuasan Publik

Dibaca: 469 kali  Rabu,09 November 2016 | 02:13:00 WIB

Wabup Meranti: Kinerja ASN Diukur dari Tingkat Kepuasan Publik
Ket Foto : Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Said Hasyim saat melakukan Sidak ke sejumlah SKPD

SELATPANJANG - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Said Hasyim terus memantau kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemkab Kepulauan Meranti, terutama di SKPD yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik.

Wabup mengatakan, pemantauan itu dilakukan dengan kegiatan inspeksi mendadak (sidak) rutin untuk melihat sejauh mana tingkat disiplin dan kinerja ASN.

Tingkat disiplin, kata Wabup, salah satunya diukur dengan tingkat kehadiran ASN, namun ASN yang baik bukan hanya mengedepankan disiplin kehadiran, tapi juga kinerjanya dalam bekerja.

"Dalam kegiatan sidak, selain memantau tingkat kehadiran, kita juga mengukur kinerjanya sesuai tanggungjawab yang diberikan," ujar Wabup Said Hasyim, Senin kemarin.

Sesuai komitmen Bupati dan Wakil Bupati dalam mengoptimalkan pelayanan publik, dibutuhkan ASN yang berkinerja tinggi dan mengerti dengan tugas pokoknya. Dengan begitu, apa yang diharapkan yakni percepatan pembangunan di Kepulauan Meranti dapat segera diwujudkan.

"Kita inginkan setiap ASN memilki tanggungjawab dalam melaksanakan tupoksinya, hal itu bisa kita lihat dari sejauh mana fungsi pengawasan yang dilakukan dilapangan, pembinaan masyarakat dan capaian target kinerja," jelasnya.

Ditegaskan Wabup, setiap ASN telah dijamin kesejahteraannya oleh negara melalui pemberian gaji dan tunjangan yang layak, dibalik itu tersemat kewajiban yang harus diberikan oleh ASN terhadap masyarakat. Jangan sampai ASN hanya bisa menerima hak namun tidak melaksanakan tanggungjawabnya.

"ASN jangan hanya bisa membebani negara dan masyarakat tapi harus bisa memberikan pelayanan terbaik untuk negara dan masyarakat," ingat Wabup lagi.

Menurut Wabup, untuk mengukur baik tidaknya kinerja ASN sangat sederhana. Hal itu dapat dibuktikan melalui tingkat kepuasan publik.

"Sederhana saja untuk membuktikannya, semakin banyak keluhan di masyarakat menandakan kinerja ASN belum optimal, tapi jika masyarakat puas berarti kinerja sudah baik," terang Wabup.

Menyangkut pelayanan publik itu sendiri diakui Wabup sudah cukup baik karena dirinya belum menemukan keluhan berarti dari masyarakat.

"Sejauh ini belum adalah yang sampai mengeluh, namun jika ada sampaikan pada kami maka akan kita evaluasi," ungkapnya.

Dalam sidaknya ke beberapa SKPD mulai dari Sekretariat Daerah, BKPP, Dinas Kehutanan, Dinas Perindagkop UKM dan Kantor Camat Tebingtinggi. Diakui Wabup kehadiran ASN sudah cukup baik.

"Kita lihat tingkat kehadiran sudah cukup baik sekitar 95 persenlah, ada yang tak masuk karena sakit dan izin tugas," paparnya.

Kendati demikian ia tidak menampik ada izin yang dibuat ASN belum sesuai aturan administrasi karena sifatnya hanya memberitahu pimpinan tanpa dilengkapi surat dan bukti yang menguatkan. Menyikapi masalah itu Wabup berharap ASN yang tidak masuk karena sesuatu hal dapat membuat surat resmi yang didukung alasan yang masuk akal.

"Kalau memang sakit dan mendadak harus izin kita akan berikan toleransi namun sebaiknya buat surat resmi yang dapat dipertanggungjawabkan. Jangan pula sampai berbohong karena kita akan minta BKD untuk uji petik," ungkapnya.

Bagi pegawai yang tidak disiplin Wabup mengaku tidak segan-segan memberikan sanksi, ini sudah dibuktikan beberapa waktu yang lalu, dimana Pemkab Kepulauan Meranti melalui BKD telah memberikan sanksi secara lisan/tulisan hingga memutasi pegawai ke Kecamatan.

Saat apel pagi dilingkungan Setda Kepulauan Meranti kemarin, Wabup menjelaskan minimnya anggaran Pemda saat ini bukan saja dirasakan di Kabupaten Kepulauan Meranti, tetapi juga dialami oleh Kabupaten lainnya di Riau bahkan di Indonesia.

Akibat minimnya anggaran beberapa daerah terpaksa melakukan rasionalisasi pegawai. Kendati demikian ia menegaskan dengan anggaran terbatas Kabupaten Kepulauan Meranti tidak ingin melakukan hal serupa atau sedapat mungkin tidak.

"Akibat minimnya anggaran hampir semua daerah telah melakukan resionalisasi pegawai, namun kita tidak ingin begitu, kita harap di Kepulauan Meranti tidak terjadi," harapnya.

Pesan Wabup Said Hasyim lagi, yang perlu diperhatikan oleh ASN dan tenaga honorer yakni terus meningkatkan kinerja, ASN jangan hanya masuk kantor lalu duduk-duduk terus pulang tanpa tahu apa yang harus dikerjakan.

"Setiap ASN itu harus mengerti apa yang menjadi tugasnya, jangan hanya bisa duduk dan menunggu perintah, lakukan pekerjaan sesuai dengan tupoksi masing-masing," pungkasnya. (rls/santo)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com