Tim Komite Tentukan Penerima Reward Program Desa Bebas Api

Dibaca: 848 kali  Jumat,18 November 2016 | 09:12:00 WIB

Tim Komite Tentukan Penerima Reward Program Desa Bebas Api
Ket Foto : Tim Komite program Desa Bebas Api melakukan rapat di Selatpanjang, Jumat

SELATPANJANG - Tim Komite program Desa Bebas Api melakukan rapat di Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti untuk menentukan pemenang yang berhak mendapatkan reward, Jumat (18/11/2016). Pemenang berasal dari desa yang dinilai sukses mencegah kebakaran Karhutla.

Manajer Program Desa Bebas Api, Sailal Arimi, mengatakan program Desa Bebas Api telah berjalan selama 3 tahun yang diikuti oleh 18 desa yang tersebar di tiga Kabupaten di Riau, yaitu Pelalawan, Siak dan Kepualauan Meranti.

"Pada 2016, jumlah peserta program ini kembali meningkat tajam menjadi 18 desa yang tersebar di tujuh kecamatan di tiga kabupaten, yaitu Pelalawan, Siak, dan Kepulauan Meranti," ujarnya.

Meningkatnya jumlah desa yang bergabung dalam program ini bukanlah tanpa alasan. Hal ini karena pihak PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) memberikan reward yang menarik kepada desa yang telah sukses mencegah kebakaran lahan di wilayahnya.

RAPP memberikan hadiah sebesar Rp 100 juta jika sebuah desa telah sukses dalam kategori zero api. Sementara, jika masih ada pembakaran lahan, desa yang bersangkutan hanya akan diberikan setengahnya yaitu Rp 50 juta.

"Tim komite di tiga kabupaten telah mengadakan rapat pada tanggal 16 November di Pelalawan, 17 November di Siak dan 18 November 2016 ini di Kepulauan Meranti untuk menentukan siapa yang berhak mendapatkan reward dalam bentuk infrasturuktur," ungkapnya.

Pada program ini, Desa dinilai oleh sebuah komite yang terdiri dari berbagai pihak, mulai dari unsur pemerintah, tokoh masyarakat, hingga lembaga swadaya masyarakat. "Pemenang sudah kami temukan dan segera kami umumkan dalam waktu dekat," ucap Sailal.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Kepulauan Meranti, Mamun Murod mengatakan program Desa Bebas Api sangat bagus karena mengedukasi masyarakat untuk menjaga lahannya supaya tidak terbakar. Program ini diharapkan terus ada agar mewujudkan zero fire di Riau.

"Ini merupakan wujud kepedulian perusahaan dengan lingkungan dan masyarakat dimana program ini berhasil mengajak masyarakat untuk tidak bakar lahan. Apalagi tersedianya reward dalam bentuk infrastruktur sehingga membantu pemerintah dalam bidang pembangunan desa," kata Mamun Murod.

Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Meranti, M Edy Afrizal mengaku salut dengan program Desa Bebas Api karena mampu memotivasi masyarakat untuk menjaga desanya dari kebakaran hutan dan lahan.

"Harapan kami ini dilanjutkan terus karena yang namanya Karhutla tidak bisa kita diprediksi, saya berharap program ini diperluas dan terus ada," ujarnya.

Rapat itu juga dihadiri Kepala BLH Kepulauan Meranti Irmansyah, Camat Tasik Putri Puyu Abdul Hamid, Camat Merbau Rokaizal Rozali, Kapolsek Merbau AKP Amir Husin serta Danramil Merbau. (rls/santo)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com