Wabup Meranti: Ditangan Seniman Tradisional Identitas Bangsa Terpelihara

Dibaca: 688 kali  Senin,21 November 2016 | 11:59:00 WIB

Wabup Meranti: Ditangan Seniman Tradisional Identitas Bangsa Terpelihara
Ket Foto : foto bersama usai penyerahan piagam penghargaan

SELATPANJANG - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Said Hasyim mengapresiasi perhelatan Bokor Music World Festival 2016, menurutnya ditangan seniman tradisional identitas suatu bangsa dapat terpelihara.

Oleh karenanya, itu merupakan sebuah tantangan berat yang ada dipundak para seniman, dalam mensosialisasikan seni budaya kepada masyarakat agar lebih mencintai kebudayaan sendiri.

"Kita harap melalui tangan para seniman tradisional akar budaya Indoneisa yang menjadi identitas bangsa tidak lekang dimakan zaman," ungkapnya, saat membuka Bokor Music World Festival 2016, di Desa Bokor, Rangsang Barat, Sabtu malam (19/11/2016).

Kegiatan Bokor World Music Festival terselenggara atas kerjasama Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Meranti serta Sanggar Bathin Galang.

Wakil Bupati mengucapkan apresiasi atas terselenggaranya acara itu, terutama kepada seluruh musisi, sanggar musik yang berasal dari dalam maupun luar negeri yang turut berpartisipasi langsung dalam helat itu.

"Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk upaya bersama melestarikan kearifan lokal, khususnya di Desa Bokor yang tidak pernah absen mengangkat potensi lokal daerah," ujar Said Hasyim.

Salah satu keunikan yang diangkat yakni Tradisi Lari Diatas Tual Sagu yang telah meraih Rekor MURI. Selain itu Rekor MURI juga telah diraih Kabupaten Kepulauan Meranti karena berhasil menciptakan 369 Jenis Makanan dan Minuman berbahan sagu.

Kepada penyelenggara Bokor World Music Festival 2016, Sanggar Bathin Galang, Wakil Bupati berpesan jangan pernah letih menyelenggarakan kegiatan-kegiatan guna mengangkat seni dan budaya daerah karena seni dan budyaa merupakan aset daerah bahkan negara.

"Seni dan budaya merupakan aset daerah dan negara, keberadaan seniman harus diperhatikan untuk menjaga tembok jati diri Indonesia. Dan kesenian merupakan jembatan penghubung dari satu generasi ke generasi lainnya agar tidak pupus tergerus zaman," terang Wabup.

Pada kesempatan itu, Wabup juga meminta kepada seluruh masyarakat untuk senantiasa menjaga sumber daya alam yang ada, potensi ini menurutnya dapat dimaksimalkan untuk mengangkat ekonomi masyarakat.

Selain itu ia juga mengajak generasi muda untuk menghilangkan faham Premordialisme dan Edosentrisme dengan tetap mempertahankan budaya melayu yang terkenal dengan keramahan dan sopan-santunan sehingga mampu memberikan kesan baik kepada para pendatang agar mau berkunjung kembali ke Kepulauan Meranti.

"Perlihatkan sopan santun dan keramahan serta karya-karya yang menarik kepada para pendatang (wisatawan) sehingga mereka mau berkunjung kembali ke Desa Bokor Kabupaten Kepulauan Meranti," imbuhnya.

Festival Sungai Bokor kali ini seperti dikatakan Ketua Panitia Pelaksana, Sopandi, mengambil tema "Menghulu Bokor dalam sebuah tradisi" yang mengandung arti pergi ke Bokor untuk melestarikan tradisi.

Sesuai dengan tema tersebut, diharapkan melalui iven ini tradisi dan Budaya Indonesia khususnya di Kabupaten Kepulauan Meranti senantiasa lestari dan dilestarikan oleh seluruh masyarakat khususnya para generasi muda.

"Semoga lewat iven ini Desa Wisata Bokor dapat lebih dikenal dunia," harap Sopandi.

Adapun para musisi dan grup Band yang tampil dalam Iven Internasional itu diantaranya Persahabatan Project Prancis, musisi dari Selandia Baru, Meksiko, Wales, Malaysia, Polandia, Rumania, serta musisi lokal Kalila Projek Medan, Aceh, Forum Kompang Batam, Sumbar, Jabar, Solo, Malang Jatim, Kemas Meranti, Pekanbaru Sagu Band dan lainnya.

Dalam Ivent Festival Music Sungai Bokor, bukan saja menampilkan berbagai karya seni mulai dari music dan taria-tarian. Juga ditampilkan pertandingan tradisi masyarakat Desa Bokor yakni Lari Diatas Tual Sagu. Selain itu pengunjung juga dapat mengikuti Seminar Music dengan pembicara musisi dari dalam dan luar negeri.

Sementara Kepala Desa Bokor Aminullah, dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mempercayakan Desa Bokor sebagai tuan rumah pelaksanaan iven ini. Ia berharap dukungan demi dukungan dapat diberikan oleh Pemerintah Provinsi untuk mengembangkan Desa Bokor sebagai Desa Destinasi Wisata di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Pada kesempatan itu selain membuka, Wakil Bupati Said Hasyim juga berkesempatan memberikan piagam penghargaan kepada perwakilan Musisi diantaranya Sepeda tak berlampu Pekanbaru, Minangga Pentagong Sumbar, Damawen Solo, Belacan Aromatik Pekanbaru, Sagu Band Pekanbaru, Bonsu Uno Pekanbaru.

Hadir juga pada acara itu Anggota DPRD Kepulauan Meranti, perwakilan Disparekraf Riau, Pabung Kodim 0303 Bengkalis, Wakapolres, Danramil, Sekretaris Disparpora Kepulauan Meranti, Kabag Humas Setdakab, Camat Rangsang Barat, Kapolsek, para Kades dan lainnya. (rls/santo)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com