Wabup Meranti Tinjau Proyek Pembangunan di Tebingtinggi Timur

Dibaca: 1017 kali  Kamis,24 November 2016 | 07:22:00 WIB

Wabup Meranti Tinjau Proyek Pembangunan di Tebingtinggi Timur
Ket Foto : Wabup Kepulauan Meranti, Drs H Said Hasyim dan rombongan melakukan monitoring dan evaluasi proyek pembangunan di Kecamatan Tebingtinggi Timur

TEBINGTINGGI TIMUR - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Said Hasyim, melakukan monitoring dan evaluasi proyek pembangunan infrastruktur di Kecamatan Tebingtinggi Timur. Kegiatan itu untuk memastikan berjalannya proyek sesuai kontrak kerja yang telah disepakati, Kamis (24/11/2016).

Turut mendampingi Wabup, antara lain Kadis Kesehatan dr Irwan Suwandi, Kabag Adpem Eldy Syahputra, Kabag Humas Helfandi, Camat Tebingtinggi Timur Tunjiarto, Sekretaris BPMPD Edi M Nur, perwakilan staf Dinas PU, Dinas Perhubungan, Dinas Pendidikan, PPTK, Kontraktor Pelaksana serta Pengawas Proyek.

Beberapa proyek prioritas yang mendapat peninjauan Wakil Bupati, yakni Pembangunan Laboratorium Komputer SMPN 1 di Desa Sungaitohor yang dibangun menggunakan dana Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Riau, dengan pagu dana sebesar 243 juta rupiah.

Saat peninjauan proyek rekanan Dinas Pendidikan ini, Wakil Bupati tak bisa menahan kekesalannya karena mendapati progres pembangunan yang hanya tinggal satu bulan baru mencapai 30 persen. Ditambah lagi, PPTK maupun kontraktor tak satupun berada di lokasi, sehingga Wabup tidak mendapat informasi konkrit terkait sudah sejauh mana proyek itu dikerjakan dan apa kendalanya. Iapun langsung menginstruksikan Camat untuk segera memanggil kontaktor yang bersangkutan.

Proyek kedua yang mendapat peninjauan yakni Pembangunan sarana dan prasarana Puskesmas, Puskemas pembantu dan jaringannya di Desa Sungaitohor, yang dibangun menggunakan APBD Kepulauan Meranti sebesar 1,4 miliar rupiah.

Saat peninjauan proyek itu, Wabup mengaku puas karena melihat progres pengerjaan sudah cukup baik. Iapun optimis proyek tersebut dapat dituntaskan sesuai jadwal dan spesifikasi yang tercantum di dalam kontrak pada tahun anggaran 2016 ini.

Selanjutnya Wabup meninjau peningkatan Jalan Kekat yang menghubungkan Desa Kepaubaru dengan Sungaitohor sepanjang 2,4 kilometer yang dibangun dengan Bankeu Pemprov Riau sebesar 1,9 miliar rupiah. Saat peninjauan Wabup terlihat cukup puas karena progres pengerjaan sudah mencapai 90 persen atau tinggal 150 meter lagi.

Disela peninjauan proyek infrastruktur, Wakil Bupati dan rombongan juga menyempatkan diri melihat program penangkaran itik petelur yang berasal dari program Badan Restorasi Gambut (BRG) RI dan diteliti oleh Prof Bintoro selaku pakar lahan gambut dan pengembangan Sagu.

Di lokasi itu Wabup sedikit pesimis melihat cara pengelolaan pakan itik yang terkesan setengah hati, terbukti itik yang sudah dikembangkan selama 6 bulan belum menghasilkan telur. Untuk itu agar program tersebut berjalan sukses ia meminta pihak pengelola untuk lebih serius dengan membangun tempat memasak pakan itik yang lebih representatif.

"Jika mau sukses kuncinya disinilah (tempat memasak pakan-red), jadi coba bangun lebih baik, Pak Camat tolong difasilitasi," pinta Wabup Said Hasyim.

Proyek yang mendapat peninjauan selanjutnya adalah Proyek Peningkatan SPAN IPA Desa Sungaitohor yang dibangun menggunakan APBD Kepulauan Meranti (DAK IPD) sebesar 4,7 miliar rupiah. Dilokasi inipun Wabup tak bisa mendapat informasi yang jelas karena tidak menjumpai kontraktor pelaksana.

"Pak Camat segera panggil pihak kontraktor, bagaimanapun kita harus tahu perkembangan terkait proyek yang dibangun, jangan sampai tidak tahu, nanti bisa jadi salah menyalah," tegas Wakil Bupati.

Kemudian proyek pembangunan Cetak Sawah di Desa Sungaitohor Barat seluas 50 hektar, yang merupakan proyek bantuan dari Kementerian Pertanian dengan kerjasama TNI AD juga tak luput dari pantauan Wakil Bupati.

Terakhir juga meninjau Proyek Pembangunan Jalan Lukun-Sungaitohor Barat, sepanjang 11,5 kilometer yang dibangun menggunakan dana APBN sebesar 47 miliar rupiah. Saat meninjau proyek ini rombongan sama sekali tidak melihat plang keterangan proyek yang sedang dibangun.

Kepada wartawan, Wakil Bupati mengungkapkan rasa senang sekaligus kekesalannya. Rasa senang karena melihat proses pembangunan berjalan dengan baik, sementara kesal karena melihat kontraktor dan PPTK terkesan tidak serius menuntaskan proyek yang sedang dikerjakan.

"Untuk kasus ini, dalam waktu dekat saya akan memanggil PA, KPA dan pihak terkait lainnya. Begitu juga perwakilan Dinas yang ditugaskan untuk melakukan pengawasan," ujarnya.

Sebelum melakukan peninjauan, Wabup dengan seluruh aparatur di Kecamatan Tebingtinggi Timur sempat menggelar pertemuan dialog. Dalam dialog tersebut dijelaskan beberapa hal yang sedang terjadi di Kecamatan yang pernah dikunjungi Presiden RI Joko Widodo itu.

Camat Tebingtinggi Timur Tunjiarto MPd menjelaskan, Kecamatan Tebingtinggi Timur terdiri dari 10 Desa. Saat ini sedang gencar dengan berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh BRG RI, seperti pengembangan Sagu dalam upaya meningkatkan ekonomi masyarakat.

Dalam waktu dekat, kata Camat, seorang peneliti Sagu Prof Bintoro akan melakukan penelitian Sagu untuk diolah menjadi gula cair, selain itu limbah Sagu (ampas Sagu) akan diolah menjadi media budidaya jamur yang sudah ada pasarnya di Jakarta.

Perkembangan lainnya yakni terkait SK pemanfaatan eks lahan PT LUM dari Kementerian LHK RI, dimana SK itu sendiri dari informasi pihak Kementerian LHK akan diserahkan saat Hari Jadi Kabupaten Kepulauan Meranti sebagai Kado Ulang Tahun daerah ini.

Selain itu, juga disampaikan harapan oleh Camat terkait petugas kesehatan yang akan difungsikan di Puskemas, ia meminta kepada Kadis Kesehatan yang hadir saat itu untuk menugaskan masyarakat tempatan. Permintaan itu beralasan agar pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat lebih optimal.

"Jika Puskesmas dapat operasional, diharapkan yang bertugas adalah masyarakat tempatan agar pelayanan optimal dan petugas kesehatan tidak sering pulang keluar daerah," kata Tunjiarto. (rls/santo)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com