Warga Muntai Bengkalis Bakar Kapal Nelayan Kepulauan Meranti

Dibaca: 1758 kali  Jumat,09 Desember 2016 | 09:40:00 WIB

Warga Muntai Bengkalis Bakar Kapal Nelayan Kepulauan Meranti
Ket Foto : Kapal nelayan asal Kepulauan Meranti yang dibakar di pantai Desa Muntai Bengkalis

BENGKALIS - Konflik wilayah tangkap nelayan kembali terjadi menyusul aksi main hakim sendiri di Desa Muntai Kecamatan Bantan, Bengkalis yang membakar satu unit kapal pompong KM Gunung Lima milik warga Kabupaten Kepulauan Meranti, Rabu 7 Desember 2016 kemarin.

Warga membakar kapal ini lantaran sang kapten kapal Bakri tidak menghiraukan peringatan warga setempat yang melarang mencari bahkan mengambil ikan di wilayah sepanjang perairan Desa Muntai, Bengkalis.

Aksi itu bermula dari penangkapan beberapa nelayan jaring Rawai Desa Muntai Kecamatan Bantan terhadap kapal pompong KM Gunung Lima yang dinakhodai oleh Bakri sekitar pukul 13.30 WIB kedapatan mencari ikan di wilayah mereka.

Setelah penangkapan terjadi, Bakri akhirnya digelandang warga ke Kantor Kepala Desa untuk melakukan mediasi antara pemangku kebijakan setempat, warga dan terlapor.

Setelah mediasi usai, terlapor diserahkan kepada pihak Polsek Bantan berikut dengan kapalnya yang juga diamankan oleh masyarakat di Kuala Muntai Kecamatan Bantan, Bengkalis.

Karena situasi yang semakin memanas di lokasi, warga yang sudah mulai memadati tempat sandarnya kapal tersebut terprovokasi oleh satu orang oknum yang berusaha membakar kapal tersebut.

Polisi yang berada di tempat berusaha menghalau oknum warga yang hendak berusaha membakar kapal tersebut dengan cara membakar pelepah kelapa dan menyiramkan solar ke dek kapal. Namun aksi tersebut gagal dicegah sehingga api mulai menjalar ke badan kapal.

Karena terprovokasi, akhirnya warga lainnya turun tangan dan mulai kembali mengikuti aksi satu rekannya yang terlebih dahulu membakar kapal tersebut meski sempat dihalang-halangi hingga akhirnya hangus di lalap si jago merah.

Menghindari aksi berikutnya terhadap terlapor, Polisi akhirnya mengamankan sang pemilik kapal, Bakri ke Polsek Bantan yang sudah menderita kerugian sebesar Rp 200 juta akibat aksi perusakan kapalnya tersebut.

"Juga kami sedang gencar-gencarnya bersama aparat terkait melakukan mediasi kembali untuk menghindari serangan susulan," ungkap Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo. (santo)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com